Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing, China, untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan Presiden China Xi Jinping. Dalam agenda pertemuan tersebut, kedua pemimpin diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait keamanan energi dan proyek pipa gas yang menghubungkan Rusia dengan China.
Dilansir Al Jazeera, Kamis (20/5/2026), salah satu topik utama yang akan dibahas adalah proyek Power of Siberia 2, jalur pipa gas yang dirancang untuk memperkuat pasokan energi Rusia ke China. Namun proyek tersebut dilaporkan sempat mengalami hambatan akibat perselisihan harga serta kehati-hatian Beijing untuk tidak terlalu bergantung pada satu negara sebagai pemasok energi.
China diketahui selama ini telah mengimpor minyak dan gas Rusia dalam jumlah besar. Meski demikian, Moskow berharap situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan, dapat mendorong China meningkatkan ketergantungan energinya terhadap Rusia.
Selain isu energi, Putin dan Xi juga diperkirakan akan membahas keamanan regional, konflik di Timur Tengah, hingga perkembangan perang di Ukraina. Xi disebut akan memberikan informasi terbaru kepada Putin terkait pembicaraannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hubungan Beijing dan Moskow selama ini semakin erat di tengah rivalitas dengan Washington. China memandang Rusia sebagai mitra strategis penting sekaligus penyeimbang kekuatan Amerika Serikat dalam tatanan global.
Rusia juga konsisten mendukung posisi China dalam berbagai isu geopolitik, termasuk terkait Taiwan. Kedua negara sama-sama mendorong terciptanya dunia multipolar dengan pengaruh Amerika Serikat yang lebih kecil.
Putin dilaporkan tiba di Bandara Beijing sekitar pukul 23.15 waktu setempat. Kedatangannya disambut Menteri Luar Negeri China Wang Yi serta pertunjukan kelompok musik dari angkatan bersenjata China.
Dalam pernyataan video yang dirilis menjelang kunjungannya, Putin menyampaikan antusiasmenya kembali mengunjungi Beijing atas undangan Xi Jinping.
“Saya sangat senang dapat mengunjungi Beijing sekali lagi atas undangan sahabat baik saya sejak lama, Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping,” ujar Putin.
Ia menegaskan hubungan tingkat tinggi antara Rusia dan China menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja sama strategis kedua negara.
“Kunjungan timbal balik secara berkala dan pembicaraan tingkat tinggi Rusia-China merupakan bagian penting dan integral dari upaya kita bersama untuk mempromosikan seluruh rangkaian hubungan antara kedua negara kita dan membuka potensi tak terbatasnya,” kata Putin.