Nasional

Daging Dam Jamaah Haji RI Bakal Dikirim ke Palestina, Ini Kesepakatan dengan Arab Saudi

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 23/05/2026 18:27 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Indonesia resmi menjalin kesepakatan dengan pengelola daging dam haji Arab Saudi, Adahi Project, untuk menyalurkan sebagian besar daging dam milik jamaah haji Indonesia kepada masyarakat Palestina.

Kesepakatan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dahnil, langkah itu merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus amanat langsung dari Presiden RI agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar kepada rakyat Palestina.

“Kami sudah bersepakat dan meminta secara khusus kepada Pemerintah Arab Saudi melalui Adahi supaya daging dam ini didistribusikan ke masyarakat Palestina. Adahi sudah menyatakan kesanggupannya,” ujar Dahnil.

Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga akan disalurkan kepada masyarakat membutuhkan di sejumlah negara Timur Tengah lainnya.

Tak hanya itu, Kementerian Haji dan Umrah tahun ini juga mencatat kemajuan besar dalam tata kelola pendataan pembayaran dam jamaah haji Indonesia.

Berdasarkan data sementara hingga Jumat (22/5/2026), tercatat sebanyak 126.832 jamaah haji telah terdata metode pembayaran damnya secara jelas dan terorganisasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90.956 jamaah memilih membayar dam melalui fasilitas Adahi di Tanah Suci. Sementara 32.691 jamaah lainnya memilih menunaikan dam di Tanah Air melalui lembaga amil zakat resmi maupun secara pribadi.

“Tetapi, ada juga jamaah calon haji yang membayar damnya dengan berpuasa, yaitu 3.195 orang, dan yang melaksanakan haji ifrad atau tidak perlu membayar dam sebanyak 1.076 orang,” kata Dahnil.

Ia menjelaskan, pencapaian pendataan dam tahun ini meningkat drastis dibanding musim haji sebelumnya. Tahun lalu, dari total sekitar 221 ribu jamaah haji Indonesia, hanya sekitar 10 ribu orang yang terdeteksi menunaikan dam secara terorganisasi.

Saat itu, sekitar 8 ribu jamaah membayar melalui Adahi dan sekitar 2 ribu lainnya melalui mekanisme di Tanah Air.

Dahnil menambahkan, jumlah jamaah yang telah menunaikan kewajiban dam diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses pendataan yang terus diperbarui oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Artikel Lainnya