Nasional

Rupiah Tembus Rp18.016 per Dolar AS, Rekor Pelemahan Baru Bayangi Ekonomi RI

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 04/06/2026 18:45 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan mencatatkan pelemahan signifikan pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.016 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah Indonesia.

Pelemahan ini membuat rupiah turun 49 poin atau 0,27 persen dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.966 per dolar AS.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Sejumlah mata uang utama justru mencatat penguatan, seperti yuan China yang naik 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,23 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,03 persen, yen Jepang naik 0,11 persen, won Korea Selatan menguat 0,35 persen, serta dolar Hong Kong yang bertambah 0,03 persen.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang mengalami pelemahan setelah terdepresiasi 0,25 persen terhadap dolar AS.

Di pasar negara maju, mata uang juga bergerak beragam. Euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris naik 0,05 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,18 persen. Sebaliknya, dolar Australia terkoreksi tipis 0,01 persen, sedangkan dolar Kanada bergerak stabil.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut seiring penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Lukman, data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi turut memperkuat posisi dolar terhadap berbagai mata uang global.

“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Data ketenagakerjaan ADP dan indeks sektor jasa ISM Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan juga turut menopang penguatan dolar AS,” ujar Lukman, Kamis (4/6).

Selain faktor global, sentimen domestik yang dinilai masih negatif juga disebut menjadi beban bagi pergerakan rupiah. Kendati demikian, Lukman memperkirakan Bank Indonesia berpotensi melakukan intervensi lebih agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar, terutama karena rupiah kembali mendekati level psikologis baru.

“Sentimen domestik masih buruk, namun kembali mendekati level psikologis baru, kemungkinan Bank Indonesia akan melakukan intervensi secara agresif,” katanya.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Artikel Lainnya