Nasional

PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Mundur Senin Besok, Tekanan dari Internal Partai Kian Menguat

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 21/06/2026 21:08 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/6), di tengah tekanan yang semakin besar dari internal Partai Buruh. Namun hingga kini, pemerintah Inggris menegaskan Starmer masih fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan. 

Laporan surat kabar Observer yang dikutip Reuters menyebut Starmer tengah mempertimbangkan langkah mundur dan menyiapkan jadwal transisi kepemimpinan. Sumber-sumber senior Partai Buruh memperkirakan pernyataan mengenai masa depan politiknya dapat disampaikan paling cepat pada Senin. 

Meski demikian, seorang sumber pemerintah membantah spekulasi tersebut dan menyatakan Starmer tetap berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai perdana menteri. Sikap itu sejalan dengan pernyataan Starmer sebelumnya yang menegaskan akan melawan setiap tantangan terhadap kepemimpinannya. 

Posisi Starmer disebut semakin terancam setelah rival internalnya, Andy Burnham, berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan sela di Makerfield. Kemenangan tersebut membuka jalan bagi Burnham untuk secara resmi menantang kepemimpinan Partai Buruh. 

Tekanan terhadap Starmer sebenarnya telah berlangsung selama berbulan-bulan. Popularitasnya merosot tajam setelah serangkaian skandal politik dan perubahan kebijakan yang dinilai mengecewakan pemilih. Banyak pendukung Partai Buruh menilai pemerintahan Starmer gagal memenuhi janji peningkatan taraf hidup yang menjadi andalan saat memenangkan Pemilu 2024. 

Menurut perhitungan Reuters, lebih dari 100 anggota parlemen Partai Buruh atau sekitar seperempat dari total anggota fraksi secara terbuka telah meminta Starmer mundur atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran dirinya. 

Observer melaporkan bahwa Starmer telah berdiskusi dengan sejumlah menteri kabinet, penasihat, donor partai, hingga pemimpin serikat pekerja. Dari serangkaian pembicaraan tersebut, ia disebut mulai menyimpulkan bahwa posisinya sebagai pemimpin partai dan pemerintahan semakin sulit dipertahankan. 

Sementara itu, Burnham dinilai sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Starmer. Sejumlah laporan media Inggris menyebut dukungan anggota parlemen terhadap mantan Wali Kota Greater Manchester tersebut terus menguat dalam beberapa hari terakhir. 

Apabila Starmer benar-benar mundur, Inggris akan memiliki perdana menteri ketujuh dalam kurun sedikit lebih dari satu dekade. Situasi tersebut mencerminkan tingginya gejolak politik di Inggris di tengah ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan dalam menangani persoalan ekonomi, layanan publik, dan imigrasi. 

Hingga Minggu (21/6) malam waktu setempat, belum ada pengumuman resmi dari Kantor Perdana Menteri terkait kabar pengunduran diri tersebut. 

Artikel Lainnya