Nasional

Pemerintah Gelontorkan Rp6,26 Triliun untuk Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 24/06/2026 18:32 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi pada 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun ini yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan anggaran tersebut terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.

“Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp6,26 triliun, yang terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK,” kata Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, anggaran Rp4,14 triliun akan digunakan untuk membiayai uang saku bagi 150 ribu peserta magang selama enam bulan. Besaran uang saku yang diterima peserta akan disesuaikan dengan upah minimum yang berlaku di masing-masing daerah.

Selain itu, dana tersebut juga mencakup pembiayaan sertifikasi kompetensi, pelatihan, pendampingan mentor di lokasi magang, serta dukungan operasional penyelenggaraan melalui platform digital Maganghub yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.

Kurnia menambahkan pemerintah tengah membahas kemungkinan penerapan skema pembiayaan bersama dengan perusahaan mitra. Dalam skema tersebut, sebagian kompensasi atau gaji peserta magang dapat ditanggung oleh perusahaan yang menjadi tempat pelaksanaan program.

“Dengan kemungkinan formulasi tertentu yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya.

Program Magang Nasional dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan menjaring sekitar 50 ribu peserta dalam gelombang pertama.

Selanjutnya, pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target total 150 ribu peserta magang di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program pelatihan vokasi akan difokuskan bagi 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.*

Artikel Lainnya