Nasional

KP2MI dan IOM Dorong Pekerja Migran Kelola Remitansi Secara Produktif melalui Smart Budgeting di Smart Learning Apps

Oleh : luska - Sabtu, 27/06/2026 17:16 WIB


Lombok Timur, INDONEWS.ID -  Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Direktorat Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi bersama International Organization for Migration (IOM) dan Server Global menyelenggarakan kegiatan Penganggaran Cerdas (Smart Budgeting) pada Smart Learning Apps bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), purna PMI, dan keluarga PMI di Desa Telaga Waru, Kecamatan Priggabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan agar remitansi yang dihasilkan PMI mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 Orang Perserta yang dibagi menjadi 2 (dua) sesi, sesi pagi dan siang.

Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi, Dr. Ramadhan NA, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar, melainkan sebagai jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Remitansi harus menjadi instrumen yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, membangun aset, membiayai pendidikan anak, mengembangkan usaha produktif, serta mewujudkan kemandirian ekonomi.

Menurutnya, keberhasilan seorang PMI tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, tetapi dari perubahan kualitas hidup keluarganya setelah kembali ke tanah air. Karena itu, setiap rupiah remitansi perlu dikelola secara bijaksana agar tidak habis untuk konsumsi sesaat maupun gaya hidup, melainkan menjadi modal bagi masa depan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting bagi perlindungan dan pemberdayaan PMI. Kemampuan menyusun anggaran, mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, membangun tabungan, serta memilih investasi yang aman menjadi bekal penting untuk menghindari utang berlebihan, investasi ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan yang masih banyak dialami pekerja migran.

Sebagai bentuk inovasi pembelajaran, Direktorat Literasi Keuangan, Ditjen Pemberdayaan KP2MI bersama IOM memperkenalkan Smart Learning Apps, sebuah media pembelajaran digital yang dapat diakses kapan saja melalui telepon pintar maupun komputer. Aplikasi ini memungkinkan PMI dan keluarganya untuk terus belajar mengenai pengelolaan keuangan secara mandiri, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut secara berkesinambungan.

Melalui fitur Smart Budgeting, peserta diperkenalkan pada konsep penganggaran sederhana namun efektif, mulai dari mencatat pendapatan, menyusun prioritas pengeluaran, menyisihkan tabungan sejak awal, hingga mulai berinvestasi untuk masa depan. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat di kalangan PMI maupun keluarga mereka.

Direktur juga menekankan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan pengelolaan remitansi. Keluarga diharapkan menjadi mitra utama dalam menyusun rencana keuangan, mengutamakan kebutuhan pokok, membangun dana darurat, mengembangkan aset produktif, serta mempersiapkan masa kepulangan PMI agar tetap memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Komunikasi yang terbuka antara PMI dan keluarga menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Khusus kepada para purna PMI, Dr. Ramadhan mengajak agar pengalaman bekerja di luar negeri dijadikan modal untuk membangun usaha produktif, meningkatkan kapasitas diri, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi inspirasi bagi calon maupun pekerja migran lainnya. Dengan demikian, remitansi tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama KP2MI dan IOM dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi pekerja migran melalui peningkatan literasi keuangan berbasis digital. Diharapkan, Smart Leaming Apps dapat dimanfaatkan secara luas oleh PMI, purna PMI, dan keluarga PMI sebagai sarana belajar sepanjang hayat untuk membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.

Michelle Nadia Saputra dari Saver Global memandu peserta menggunakan Aplikasi Saver Learning untuk mempraktikkan secara langsung penyusunan anggaran sederhana sesuai kondisi keuangan masing-masing. Melalui metode pembelajaran interaktif tersebut, peserta dapat memahami cara menentukan prioritas kebutuhan, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan keluarga secara lebih sistematis.

Efektivitas pembelajaran diukur melalui pre-test dan post-test. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 70,38 persen menjadi 79,60 persen, atau mengalami peningkatan sebesar 13, 10 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Artikel Lainnya