Nasional

Rapat Dengan Komisi 1 DPR RI, Ardi Sutedja: Keamanan Siber Indonesia Semakin Kompleks

Oleh : luska - Rabu, 01/07/2026 01:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - pemerhati dan praktisi keamanan dan ketahanan siber Indonesia Ardi Sutedja K menjelaskan Indonesia saat ini menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks di tengah pesatnya transformasi digital. 

Hal tersebut dikatakan Ardi pada Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi 1 DPR RI terkait dengan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber Nasional (RUU KKS) di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Dikatakannya, Serangan siber yang terorganisasi, seperti ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada tahun 2024, telah menunjukkan betapa rentannya infrastruktur digital nasional. 

" Sayangnya, kekosongan regulasi yang komprehensif masih menjadi kendala utama, dengan fragmentasi hukum yang tersebar di berbagai peraturan sektoral menciptakan ketidakjelasan kewenangan dan lemahnya mekanisme respons terhadap krisis siber," kata pemerhati dan praktisi keamanan dan ketahanan siber Indonesia Ardi Sutedja K melalui pesan singkatnya kepada indonews.id.

Praktisi Siber ini juga menilai, Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang sedang dibahas oleh Komisi I DPR RI hadir sebagai langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini, dengan kerangka hukum yang mencakup tata kelola krisis siber, keamanan rantai pasokan produk digital, dan kerja sama internasional. 

Namun, terangnya lagi, ICSF menilai bahwa substansi RUU KKS masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan efektivitas, proporsionalitas, dan perlindungan hak fundamental warga negara.

Dia menambahkan dengan pendekatan Quad Helix yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, ICSF mengusulkan agar nama RUU ini diubah menjadi “RUU Keamanan Siber Nasional” guna mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor.

" ICSF percaya bahwa regulasi yang kuat dan inklusif tidak hanya akan menjamin keamanan data strategis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap ekosistem digital Indonesia, menjadikan negara ini lebih tangguh dalam menghadapi ancaman siber global," pungkasnya.

Artikel Lainnya