Nasional

Dosen LSPR Institute Bekali IKM Depok Bertransformasi Dari Produk Menjadi Brand melalui Pelatihan Media Sosial, Al, Branding, dan Meta Ads

Oleh : luska - Rabu, 15/07/2026 15:10 WIB


Depok, INDONEWS.ID - LSPR Institute of Communication and Business bekerja sama dengan Dinas. Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Dari Produk Menjadi Brand" bagi 11 pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Komunitas Fesyen Depok, pada hari Selasa (14/7), di Balai Kota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam menghadapi tantangan transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi, penguatan merek, dan strategi pemasaran digital.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pelaku usaha membangun hubungan dengan konsumen. Di tengah pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al), pelaku IKM dituntut tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang kuat serta mengoptimalkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Pelatihan menghadirkan dua dosen LSPR Institute sebagai narasumber. Pada sesi pertama, Kartini Dwi Sartika, S.lp., M.I.Kom. membawakan materi "Social Media Content Strategy with Al". Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan Al untuk membantu proses perencanaan konten, menghasilkan ide kreatif, menyusun kalender media sosial, hingga membuat copywriting yang lebih efektif. Peserta juga diajak memahami bahwa Al merupakan alat pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas, sementara kreativitas dan pemahaman terhadap karakter audiens tetap menjadi faktor utama dalam membangun komunikasi yang autentik.

Selanjutnya, Zhafran Tsany Yudizon, S.E., M.I.Kom. menyampaikan materi "Branding, Positioning, and Placement Ads". Melalui sesi ini, peserta mempelajari pentingnya membangun identitas merek yang konsisten, menentukan positioning yang tepat di pasar, serta memahami dasar-dasar penggunaan Meta Ads untuk menjangkau target konsumen secara lebih efektif. Materi juga dilengkapi dengan contoh penerapan strategi digital marketing yang dapat disesuaikan dengan skala usaha IKM. Tidak hanya itu, peserta juga bergantian mempresentasikan Brand Model Canvas-nya masing-masing.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi tim dosen dan mahasiswa LSPR Institute yang bersama-sama merancang konsep program, menyusun materi, mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan, serta melakukan evaluasi untuk memastikan program memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Selain dua narasumber yang telah memaparkan materi dalam kegiatan ini, tim ini juga didukung oleh Nareswari Kumaralalita, M.I.Kom. (Dosen), Annisa Rais Marwati, M.I.Kom (Tenaga Pendidik) dan Yosephin Sandy Cristy, S.I.Kom. (Mahasiswa), yang berperan dalam setiap tahapan penyelenggaraan program.    PR

LSPR Institute of Communication & Business

Established in Nineteen Ninety Two

Ir. Widyati Riyandani, Ketua Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, dalam sambutannya menyampaikan optimismenya terhadap potensi IKM di Kota Depok. la berharap kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat terus berlanjut dan berkembang secara berkesinambungan. "Saya melihat potensi yang luar biasa dari IKM Kota Depok. Semoga kolaborasi ini tidak hanya terjadi sekali ini saja, dan dapat terus berkelanjutan."

Kolaborasi antara LSPR Institute dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem IKM melalui peningkatan literasi digital dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, sekaligus mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi pelaku IKM, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan daya saing usaha, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dan Al, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan IKM.

Melalui pelatihan ini, LSPR Institute dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok berharap paral pelaku IKM semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk membangun merek yang kuat, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, dan meningkatkan daya saing usahanya di era ekonomi digital.     Tentang LSPR

Established in Nineteen Ninety Two

LSPR Institute of Communication and Business, yang sebelumnya dikenal sebagai London School of Public Relations (LSPR) sejak tahun 1992, merupakan institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program Sarjana, Magister, serta pembelajaran daring (E-leaming) di bidang Ilmu Komunikasi dan Bisnis. LSPR berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri komunikasi dan dunia bisnis di tingkat nasional maupun global.

Sebagai salah satu institusi pendidikan komunikasi terkemuka di Indonesia, LSPR menghadirkan lingkungan pembelajaran yang interaktif, berbasis riset, serta terus mendorong pengembangan perspektif global melalui berbagai kolaborasi dengan organisasi, institusi, dan universitas internasional.

Sejak tahun 2002, Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang Sarjana LSPR memperoleh akreditasi "A", dan pada tahun 2015 menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang meraih akreditasi "A" untuk Program Magister Ilmu Komunikasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pada tahun 2016, LSPR juga memperoleh penghargaan sebagai "Best Graduate School of Communication" dari Indonesian Media, serta telah meluluskan lebih dari 20.000 alumni hingga tahun 2019.

Berlokasi strategis di Sudirman Park, Jakarta, LSPR memperluas jangkauannya dengan membuka kampus kedua di Bekasi pada tahun 2019. Pada tahun 2020, LSPR resmi bertransformasi menjadi LSPR Institute of Communication and Business berdasarkan persetujuan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Transformasi tersebut memperkuat posisi LSPR sebagai institusi pendidikan tinggi dengan dua fakultas yang menawarkan berbagai program studi dan konsentrasi di bidang Komunikasi dan Bisnis, guna menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Artikel Lainnya