Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah Argentina melayangkan nota protes kepada Inggris setelah menuduh kapal perang negara tersebut memasuki perairan Argentina di sekitar Kepulauan Malvinas atau Falkland tanpa pemberitahuan.
Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno mengatakan kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Medway, memasuki perairan Argentina pada awal Juli. Pemerintah Argentina menyatakan keberatan keras atas tindakan tersebut.
“Keberatan paling keras” disampaikan melalui nota diplomatik yang dikirimkan kepada Kedutaan Besar Inggris di Argentina, seperti disampaikan Quirno pada Rabu (15/7) malam.
Namun, tuduhan tersebut dibantah pemerintah Inggris. Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Argentina telah diberi tahu sebelumnya mengenai perjalanan kapal tersebut.
“Faktanya, kami sudah memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya mengenai kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chile antara 5-8 Juli guna mendukung operasi survei Antartika Inggris,” kata Kantor Starmer.
Menurut pemerintah Inggris, perjalanan HMS Medway bertujuan mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting untuk mendukung penelitian ilmiah di Antartika.
Angkatan Laut Kerajaan Inggris juga disebut selalu beroperasi sesuai dengan hukum internasional. Adapun perjalanan kapal dari Kepulauan Falkland menuju Chile dilakukan melalui rute yang paling langsung dan praktis.
Rute tersebut, menurut Inggris, ditentukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan kondisi cuaca guna memastikan pengiriman berjalan tepat waktu.
HMS Medway merupakan kapal patroli lepas pantai kelas River Batch 2 yang biasanya berbasis di Kepulauan Falkland, wilayah yang oleh Argentina disebut sebagai Kepulauan Malvinas.
Sengketa kedaulatan atas wilayah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Argentina berulang kali mengklaim Kepulauan Malvinas sebagai bagian dari wilayahnya.
Perselisihan tersebut bahkan pernah memicu perang antara Argentina dan Inggris pada 1982 setelah Argentina menginvasi kepulauan yang berjarak sekitar 8.000 mil dari Inggris dan 300 mil dari daratan utama Argentina itu.
Perseteruan terbaru kembali mencuat di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Tim nasional Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada Rabu malam.
Seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina terlihat membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas”, yang berarti “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina”.
Spanduk tersebut awalnya dipegang oleh pendukung Argentina saat merayakan kemenangan. Namun, spanduk itu kemudian sampai ke tangan para pemain dan diangkat di lapangan.
Aksi tersebut berpotensi menimbulkan masalah disipliner karena FIFA melarang penyampaian pesan politik di lapangan pertandingan.
