Olah Raga

Jelang Duel Final Lawan Spanyol, Lionel Scaloni Akui Tidak Ada Persiapan Khusus

Oleh : donatus nador - Minggu, 19/07/2026 18:35 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Helatan laga puncak Piala Dunia yang mempertemukan sang juara bertahan Timnas Argetina Pelatih melawan Spanyol tinggal menghitung jam.

Duel memperebutkan posisi puncak, Spanyol kontra Argentina akan berlangsing di Stadion News York New Jersey, Amerika Serikat, besok Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Di kubu Argentina, tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi wakil Eropa itu. Persiapan sama seperti saat melawan tim lain di fase sebelumnya.

Pelatih Argentima menyampaikan hal itu dalam sesi jumpa pers menjelang laga. "Kami mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan lainnya," kata Scaloni, dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu (19/7).

lanjut Scaloni, meski ini adalah final Piala Dunia, pada akhirnya tetap saja sebuah pertandingan sepak bola dan pihaknya tidak menyiapkan skenario khusus menhadapi La Furia Roja.

"Kami harus tampil sebaik mungkin jika ingin menang. Kami tidak ingin terlalu memikirkan fakta bahwa ini adalah final Piala Dunia karena hal itu justru bisa mengganggu fokus," tambah dia.


Scaloni hanya mengatakan Messi dan kawan-kawan dalam kondisi yang bagus untuk memainkan laga final. Tim setelah menunjukkan mentalitas luar biasa dalam laga-laga di babak gugur.

"Kami berada dalam kondisi yang bagus, meski tentu masih ada ruang untuk berkembang. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan Spanyol juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kami," ucap Scaloni.

"Lagi pula, cara bermain Argentina bukan lagi rahasia. Semua orang tahu bagaimana kami bermain. Justru karena itu, pencapaian tim ini terasa semakin luar biasa," tambah dia.

La Albiceleste meraih kemenangan dramatis saat menyingkirkan Inggris di semifinal. Tertinggal satu gol sampai menit ke-84, mereka kemudian membalikkan keadaan 2-1 untuk menutup laga dengan kemenangan pada waktu normal.

Salah satu momen paling emosional setelah kemenangan atas Inggris di semifinal adalah pelukan panjang antara Scaloni dan Lionel Messi.

Dalam momen tersebut, Messi tampak mengucapkan kalimat "pure history" kepada sang pelatih. Ketika ditanya makna ucapan tersebut, Scaloni justru mengalihkan pujian kepada kaptennya.

"Bisa mencapai final Piala Dunia pada usia 39 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itulah saya selalu mengatakan bahwa kita harus menikmati setiap momennya," ujar Scaloni.

"Kami sangat merasakan kehilangan Diego Maradona setelah ia pensiun. Sekarang Messi masih bersama kami, dan kita harus menghargai setiap hal yang masih ia lakukan," tambah dia.

Meski sama sekali tak muda, Messi tetap memimpin Argentina dengan luar biasa setelah ia tak pernah absen dalam memberikan kontribusi gol di setiap laga-laga negaranya di Piala Dunia 2026.

Terakhir, Messi memberikan dua assist dalam kemenangan 2-1 atas Inggris. Dua assist itu membuat La Pulga, julukannya, menjadi pencetak assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 12 assist.

Meski Mbappe menempati peringkat pertam top skor dengan 10 gol, 8 gol Messi di Piala Dunia 2026 masih berpeluang menambah gol dan menjadi pemenang top skor, sekaligus menempatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia (21) setelah baru saja dilewati oleh Kylian Mbappe (22).

Artikel Lainnya