Jakarta, INDONEWS.ID – Politeknik STIA LAN Jakarta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Desa Tugumukti menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Tata Kelola dan Partisipasi Masyarakat di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah desa dan masyarakat dalam mengenali risiko, mempersiapkan langkah mitigasi, serta meningkatkan kemampuan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana.
Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, Tim PKM Politeknik STIA LAN Jakarta yang beranggotakan dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa (Alih Nugroho , Rindri Andewi Gati, Hasan, Tazkia, dan Erma) melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat pada Selasa, 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas kesiapan program, kebutuhan pendampingan, serta penetapan Desa Tugumukti sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Tim PKM bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat kemudian mengunjungi Kantor Desa Tugumukti untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa sekaligus melakukan survei lapangan. Survei dilakukan di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana sebagai dasar penyusunan materi dan pelaksanaan penyusunan dokumen DESTANA Partisipatif.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Alih Aji Nugroho, S.A.P., M.P.A., bersama Kepala Desa Tugumukti, Nandang Suherman.
Dalam sambutannya, Dr. Alih Aji Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.
“Ketangguhan desa tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, partisipasi masyarakat, serta kemampuan seluruh unsur desa untuk berkoordinasi sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session Forum DESTANA dan penyampaian materi mengenai konsep serta implementasi Desa Tangguh Bencana oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Barat.
Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti FGD yang difasilitasi oleh BPBD Kabupaten Bandung Barat. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan fokus pembahasan berupa penyusunan Peta Risiko Bencana Desa Tugumukti, Peta Rencana Evakuasi Bencana Longsor, dan Alur Standar Operasional Prosedur Peringatan Dini Bencana.
Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, BPBD Kabupaten Bandung Barat, akademisi, Forum DESTANA, masyarakat, serta mahasiswa peserta KKN KEMBARA UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Para peserta bersama-sama mengidentifikasi potensi risiko, menentukan jalur evakuasi dan titik aman, serta merumuskan mekanisme penyampaian informasi dan koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, dihasilkan sejumlah dokumen awal kesiapsiagaan bencana yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Desa Tugumukti dan masyarakat dalam meningkatkan mitigasi, mempercepat proses evakuasi, serta memperkuat koordinasi penanganan bencana.
Kegiatan pendampingan ini sekaligus menunjukkan komitmen Politeknik STIA LAN Jakarta dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung terwujudnya Desa Tugumukti sebagai Desa Tangguh Bencana yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.
