Jakarta, INDONEWS.ID– Roberto Mancini resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia usai dibahas melalui rapat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada Selasa (28/7/2026). Dengan penunjukan ini, teka-teki mengenai siapa yang menduduki kursi pelatih kepala Timnas Italia akhinya terjawab.
Terpilihnya Mancini jadi pelatih Gli Azzurri dengan kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia 2030 membangkitkan harapan kembali Italia ke jalur kompetisi tingkat dunia.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giovanni Malago mengatakan Roberto Mancini merupakan sosok yang tepat untuk menangani timnas Italia.
"Saya berpikir ini tepat bahwa Roberto Mancini menjadi pelatih tim nasional, karena berbagai alasan," ujar Malago, dikutip dari laman resmi FIGC, Rabu (29/7).
Malago menjelaskan penunjukan Ranieri merupakan langkah untuk melengkapi komposisi timnas Italia dan mantan pelatih Leicester City tersebut merupakan sosok yang dapat berdiskusi terkait penunjukan juru taktik anyar.
"Ia akan bertanggung jawab mengelola tim nasional, sebuah peran yang sebelumnya diemban oleh Gigi Riva dan Gigi Buffon. Saya juga ingin memercayakan kepadanya tugas mengawasi tim nasional kelompok umur, yang saat ini dipimpin oleh Maurizio Viscidi—sosok yang akan tetap bersama kami," katanya.
FIGC melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur kepengurusan tim nasional, setelah Azzurri gagal mengikuti Piala Dunia dua kali beruntun yaitu Piala Dunia 2022 di Qatar akibat dikalahkan Makedonia Utara, Piala Dunia 2026 karena kalah lewat adu penalti melawan Bosnia Herzegovina.
Kegagalan itu menimbulkan sorotan besar dunia sebab Italia negara sepak bola yang memiliki rekor empat gelar juara Piala Dunia (1934, 1938, 1982, dan 2006)
Keputusan memilih Mancini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi publik mengenai juru racik baru Timnas Italia. Sebelumnya sempat muncul sejumlah nama besar seperti Pep Guardiola dan Andrea Pirlo.
Roberto Mancini tentu tidak asing bagi publik sepak bola Italia. Ia merupakan sosok penting di balik keberhasilan Italia meraih gelar juara Piala Eropa (Euro) 2020. Di tingkat klub, Mancini juga mengantongi rekam jejak mentereng.
Di antaranya pernah menukangi Inter Milan dari 2004 hingga 2008, sukses reraih trofi Coppa Italia dan dominasi domestik, pernah melatih Manchester City (2009–2013) dan meraih gelar Premier League dan FA Cup. Ia juga sukses di Liga Turki, menangani Galatasaray (2013–2014).
Saat dipanggil FIGC, Mancini sedang menangani Al Sadd di Liga Bintang Qatar. Dipercaya kembali menangani timnas, Mancini menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah merajut kembali kekuatan tim demi mengembalikan Italia ke trek kejayaan.
“Saya berterima kasih kepada federasi atas kepercayaan yang diberikan. Kami tahu tantangan besar yang menanti, namun saya yakin dengan kerja keras, persatuan, dan dukungan semua pihak, Italia bisa kembali bersaing di level tertinggi,” ujar Mancini.
Guna memperkuat struktur kepelatihan, FIGC juga menunjuk pelatih berpengalaman Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik baru.
Duet kepemimpinan Mancini dan Ranieri diharapkan mampu mengkolaborasikan pengalaman taktis dan strategi jangka panjang bagi pembenahan menyeluruh Gli Azzurri.
