Nasional

Pendeta Ini Habisi Istrinya Demi Asuransi, Uangnya Dipakai untuk Biayai Selingkuhan

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 31/07/2026 20:30 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepercayaan dalam rumah tangga sering kali diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyerahkan pengelolaan keuangan kepada pasangan. Namun, dalam sejumlah kasus, kepercayaan itu justru berubah menjadi alat untuk mengendalikan kehidupan seseorang.

Itulah yang kini disorot kembali dalam kasus kematian Bernadette Vander Meer di Amerika Serikat, yang bertahun-tahun dianggap sebagai kecelakaan sebelum penyelidikan menemukan dugaan tindak pidana.

Semasa hidupnya, Bernadette dikenal sebagai pekerja yang tekun. Ia pernah berkarier di industri hiburan Las Vegas sebelum bekerja sebagai pramusaji koktail di Hotel & Casino New York-New York. Jam kerja yang semakin baik membuat penghasilannya meningkat, tetapi kondisi keuangannya justru tidak mencerminkan hasil kerja keras tersebut.

Keluarga Bernadette mengungkapkan bahwa seluruh pemasukan, termasuk gaji dan tip, dikelola sepenuhnya oleh sang suami, David Vander Meer. Dalam kesehariannya, Bernadette disebut harus meminta persetujuan bahkan untuk membeli kebutuhan pribadi yang sederhana. Rekan-rekan kerjanya pun melihat perubahan gaya hidup perempuan itu yang semakin berhemat hingga mengabaikan kebutuhan penunjang pekerjaannya.

Di sisi lain, hasil penyelidikan menggambarkan kehidupan David yang jauh berbeda. Meski berpenghasilan terbatas sebagai pendeta muda, ia diduga menghabiskan uang untuk memenuhi gaya hidup pribadi sekaligus membiayai hubungan dengan perempuan lain. Penyidik menyebut berbagai pengeluaran, mulai dari penyewaan kamar hotel, penyediaan telepon seluler khusus, pembayaran biaya tempat tinggal, hingga pembelian berbagai barang bernilai tinggi.

Penyelidikan kemudian mengarah pada kemungkinan motif ekonomi. Beberapa bulan sebelum Bernadette meninggal, nilai polis asuransi jiwa pasangan tersebut diketahui mengalami peningkatan signifikan. Dengan perubahan itu, ahli waris berhak menerima santunan dalam jumlah ratusan ribu dolar Amerika Serikat apabila salah satu meninggal dunia.

Tak lama setelah pembaruan polis, Bernadette meninggal saat terjatuh dari Angels Landing di Zion National Park pada Agustus 2006. Peristiwa tersebut saat itu dinyatakan sebagai kecelakaan sehingga kasusnya tidak berlanjut ke proses pidana.

Setelah kematian istrinya, David mencairkan dana asuransi jiwa dengan nilai lebih dari setengah juta dolar AS. Menurut penyidik, uang tersebut kemudian digunakan untuk membiayai kehidupan bersama perempuan yang belakangan menjadi istrinya, termasuk membeli kendaraan, membayar berbagai kebutuhan, hingga memiliki rumah.

Selama bertahun-tahun, kasus itu nyaris terlupakan. Namun, penyelidikan kembali dibuka setelah muncul sejumlah bukti dan kesaksian baru yang dinilai memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan di balik kematian Bernadette. Salah satu keterangan penting datang dari mantan istri kedua David, yang membantu penyidik menyusun kembali rangkaian peristiwa yang sebelumnya tidak terungkap.

Pada 22 Juni, aparat akhirnya menangkap David dan menetapkannya sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Bernadette. Namun, proses peradilan tidak pernah berlangsung. Tiga hari setelah penahanan, David ditemukan meninggal dunia di dalam sel akibat luka yang diduga dibuatnya sendiri.

Bagi keluarga Bernadette, berakhirnya proses hukum bukan berarti menghapus kehilangan yang telah mereka rasakan selama hampir dua dekade. Meski perkara tidak pernah diputus di pengadilan, mereka berharap terungkapnya kembali kasus tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus menjadi pengingat bahwa penguasaan penuh atas keuangan pasangan dapat menjadi salah satu bentuk kekerasan dalam relasi yang kerap luput dikenali.

Artikel Lainnya