Nasional

Terima PM Thailand, Presiden Prabowo Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Jelang Kepemimpinan ASEAN

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 03/08/2026 19:29 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membahas penguatan kerja sama kawasan menjelang agenda kepemimpinan ASEAN pada tahun-tahun mendatang.

Kunjungan Anutin berlangsung pada 3–4 Agustus dan menjadi lawatan resmi pertama seorang perdana menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun sekitar 15 tahun terakhir. Pemerintah Thailand menyebut kunjungan ini merupakan tradisi diplomatik ASEAN, di mana kepala pemerintahan yang baru menjabat melakukan kunjungan perkenalan ke negara-negara anggota.

Setibanya di Istana Merdeka sekitar pukul 16.50 WIB, Anutin disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Prosesi penyambutan diawali dengan penampilan tari tradisional, dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Thailand serta inspeksi pasukan kehormatan oleh kedua pemimpin.

Pertemuan bilateral tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Selain bertemu Presiden Prabowo, Anutin dijadwalkan menghadiri Forum Bisnis Thailand–Indonesia untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara. Agenda tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha di tengah meningkatnya hubungan dagang Indonesia dan Thailand.

Dalam rangkaian kunjungannya, Anutin juga akan menyampaikan pidato di Sekretariat ASEAN mengenai arah masa depan organisasi kawasan tersebut. Ia akan memaparkan visi Thailand untuk membangun ASEAN yang semakin terintegrasi, tangguh secara ekonomi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pidato tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Thailand menuju masa kepemimpinannya di ASEAN pada 2028. Pemerintah Thailand menilai penguatan koordinasi dengan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri ASEAN menjadi langkah penting dalam membangun konsensus regional menghadapi tantangan ekonomi, keamanan, dan stabilitas kawasan.

Anutin datang ke Indonesia bersama sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow, untuk memperkuat komunikasi politik dan memperluas kerja sama strategis antara Bangkok dan Jakarta.

Artikel Lainnya