Nasional

Di Festival Golo Koe 2026

Uskup Labuan Bajo Ingatkan Ingatkan Pariwisata Tak Boleh Abaikan Lingkungan demi Label Super Premium

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 12/08/2026 07:42 WIB


Uskup Labuan Bajo Ingatkan Ingatkan Pariwisata Tak Boleh Abaikan Lingkungan demi Label Super Premium

Jakarta, INDONEWS.ID – Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus mengingatkan pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan ekologis dan memastikan masyarakat lokal mendapat manfaat dari pembangunan sektor pariwisata.

Pesan tersebut disampaikan Mgr. Maksimus saat memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Waterfront Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (10/8/2026) sore.

Menurut Mgr. Maksimus, perkembangan pariwisata Labuan Bajo yang berlangsung cepat perlu diimbangi dengan kebijakan dan aktivitas yang memberikan dampak konstruktif bagi masyarakat lokal.

"Tentu saja, kehadiran Festival Golo Koe menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mengisi ruang pariwisata super premium sebagai label dari pariwisata Labuan Bajo ini. Kita ingin agar ruang pariwisata yang bertumbuh dengan cepat ini juga memiliki dampak konstruktif bagi masyarakat lokal," ujar Mgr. Maksimus.

Pembukaan festival tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, sejumlah pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas pariwisata dan seni budaya, serta masyarakat dan wisatawan.

Festival Jadi Ruang Kolaborasi

Mgr. Maksimus mengatakan Festival Golo Koe tidak semata-mata menjadi ajang promosi pariwisata. Festival tersebut juga menjadi ruang perjumpaan, kreativitas, dan kolaborasi antara berbagai pihak.

Kolaborasi itu, kata dia, melibatkan pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah serta berbagai elemen masyarakat lokal.

Festival Golo Koe tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Mgr. Maksimus berharap keberadaan festival tersebut terus memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

"Golo Koe, Ibu Menteri, dalam bahasa Indonesia berarti bukit kecil. Namun, bukit kecil itu tentu akan berdampak besar, mulai lima tahun lalu dan pada tahun ini, kemudian pada tahun-tahun yang akan datang," katanya.

Ingatkan Keberlanjutan Ekologis

Selain dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat, Mgr. Maksimus menekankan aspek keberlanjutan ekologis dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo.

Ia mengatakan keindahan alam Labuan Bajo merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Menurutnya, tanpa upaya perlindungan dan perawatan, keindahan tersebut berpotensi mengalami kerusakan seiring waktu.

"Bagi kami, Festival Golo Koe merupakan bagian dari promosi kepariwisataan di sini, tapi juga menjadi bagian dari kekuatan atau promotor atas nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan di sini," ujarnya.

Karena itu, Mgr. Maksimus menegaskan keputusan menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan harus dibarengi komitmen untuk menjaga lingkungan.

Ia mengingatkan setiap aktivitas maupun kebijakan pembangunan di sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan keberlangsungan lingkungan ekologis.

"Apa pun aktivitas atau kebijakan yang mengancam keberlangsungan lingkungan ekologis, saya kira itu berlawanan dengan ikhtiar kita bersama," tegasnya.

Artikel Lainnya