Jakarta, INDONEWS.ID - Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO) menggelar acara “Piknik Keluarga Media Menuju CIA Fest 2026” di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Acara tersebut dihadiri Pendiri Majalah CIA dan ISO, Stefanie Augustin, Redaktur Pelaksana Majalah CIA bersama staf redaksi, dan juga puluhan keluarga media yang berasal dari media televisi, media online maupun influencer.

(Pendiri Majalah CIA dan ISO, Stefanie Augustin sedang memberi penjelasan terkait CIA Fest 2026. Foto: Ist)
Stefanie Augustin, mengatakan bahwa majalah CIA lahir dari keprihatinan terhadap literasi baca dan tulis anak-anak yang saat ini digempur di ruang digital.
“Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) sudah ada sejak 16 tahun lalu. Kemudian muncul juga Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO) yang semuanya menghadirkan bacaan cetak bagi anak,” ujarnya.
Dia mengatakan, perlindungan anak perlu dibangun bersama dengan ekosistem literasi yang kuat.
“Melindungi anak dari risiko ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi akses. Anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, bertanya, menemukan pengetahuan, dan membangun cara berpikir. Karena itu, perlindungan anak perlu berjalan bersama dengan pemenuhan akses terhadap bacaan yang aman dan sesuai tahap perkembangannya,” ujar Stefanie.
Gagasan tersebut, katanya, sejalan dengan “Gerakan Hak Baca Anak” yang diusung Majalah CIA untuk mendorong kesadaran bahwa akses terhadap bacaan berkualitas merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Stefanie mengatakan, hak baca anak harus terus ditingkatkan karena mereka sering kali tidak mendapatkan apa yang ingin mereka baca. Karena itu, kesadaran terhadap orang tua harus terus ditumbuhkan agar mereka tidak memaksakan kehendak kepada anak tentang bahan bacaan yang dipilih.
Perlindungan di ruang digital, katanya, perlu berjalan beriringan
dengan ketersediaan sumber informasi yang aman dan sesuai usia. Bacaan fisik dan media yang sesuai dengan tahap perkembangan anak tetap menjadi bagian penting dalam menjaga akses terhadap informasi.
Itulah sebabnya, pada hari ini Majalah CIA dan ISO mengikutsertakan orang tua dalam acara piknik bersama anak-anak.
Menuju CIA Fest 2026
Dalam acara itu juga diperkenalkan perhelatan terbesar literasi anak Indonesia, CIA Fest 2026. Acara tersebut akan dilangsungkan pada tanggal 2-4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Penyelenggaraan CIA Fest memasuki tahun ketiga sejak tahun 2024 lalu. Pada tahun tersebut, CIA Fest mengambil tema "Jawa: Lumbung Budaya Indonesia". Tema ini bertujuan untuk memperkuat literasi sejak dini serta mengenalkan kekayaan budaya nusantara kepada anak-anak.
CIA Fest kedua dilaksanakan pada 3–5 Oktober 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, yang mengusung tema "Suara Anak untuk Alam". Sedangkan CIA Fest tahun ketig ini mengusung tema "SUMATRA: Dari Anak untuk Anak". Tema ini mengajak anak-anak untuk mengenal, peduli, dan melakukan aksi nyata bagi sesama yang terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Stefanie mengatakan, dalam situasi pascabencana, pemulihan anak tidak berhenti pada kebutuhan dasar. Keberlanjutan belajar dan akses terhadap bacaan juga perlu mendapat perhatian. Ketika bahan bacaan sulit dijangkau, salah satu sumber pengetahuan anak ikut terputus.
“Karena itu, penggalangan dana dalam rangkaian CIA Fest 2026 akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah ISO untuk anak-anak di wilayah terdampak bencana,” katanya.
“Bahkan sebelum bencana, masih banyak anak yang belum terpenuhi hak bacanya karena minim dan tidak meratanya akses terhadap bahan bacaan cetak,” sambungnya.
Dia mengatakan, peserta CIA Fest 2026 adalah anak-anak yang akan punya perhatian pada permasalahan nyata yang terjadi dan terhadap sesama, punya tambahan pengetahuan yang memperkaya dirinya, punya pendirian untuk menentukan sikap, dan punya peran melalui aksi nyata bermakna.
“Di tengah minimnya ruang aman di luar ruangan untuk anak beraktivitas, CIA Fest mempertemukan keluarga, komunitas, media, dan masyarakat umum untuk berkumpul merayakan dan memaknai literasi secara utuh,” ujar Stefanie.

Sama seperti CIA Fest sebelumnya, akan ada berbagai acara yang digelar di acara CIA Fest 2026 tersebut, antara lain lomba cerdas cermat yaitu kompetisi beregu untuk siswa kelas 3–4 SD, lomba eja kata yaitu kompetisi ketelitian dan mengeja kata untuk anak kelas 1–2 SD, lomba tari kreasi yakni pertunjukan koreografi dan tari untuk siswa kelas 3–6 SD serta SDLB, lomba kreasi lakon, yaitu ajang kreasi dan kekompakan orang tua/wali bersama anak usia maksimal 7 tahun dengan kostum bernuansa Sumatra, pameran dan aktivitas literasi yang terdiri dari ruang baca buku, wisata literasi anak, serta pameran edukasi. Dan ada juga aksi sosial dan donasi yaitu penggalangan dana dan kampanye kepedulian bagi anak-anak terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Selain itu, panitia juga memanjakan mata maupun lidah pengunjung dengan aneka pameran UMKM yang menawarkan berbagai macam kuliner, produk kerajinan tangan (kriya), kudapan tradisional, hingga produk agribisnis dan minuman segar. *