Nasional

Waduh! Total Santri dan Pelajar Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 730 Orang

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 03/09/2026 20:43 WIB


Waduh! Total Santri dan Pelajar Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 730 Orang

Jakarta, INDONEWS.ID - Jumlah santri dan pelajar yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bertambah menjadi 730 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan, angka tersebut merupakan data pasien yang berhasil dihimpun Dinkes Sidoarjo, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang melaporkan diri setelah berobat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

"Artinya bisa dokter praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas. Ini totalnya 730 pasien," kata Lakhsmita saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026) sore.

Dari total tersebut, sebanyak 23 pasien masih menjalani rawat inap hingga pukul 15.10 WIB. Sementara 706 pasien telah menjalani rawat jalan dan satu pasien masih dalam tahap observasi.

"Saat ini, sampai jam 15.10 data terakhir adalah masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini masih ada observasi pasien 1 orang," ujarnya.

Satu pasien yang masih menjalani observasi tersebut dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

"Untuk observasi sebentar di RSUD Notopuro," kata Lakhsmita.

Kasus dugaan keracunan massal tersebut melibatkan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di 19 sekolah yang berada di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.

Menu yang dikonsumsi terdiri atas nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena jumlah warga yang mengalami gejala terus bertambah. Data Dinas Kesehatan Sidoarjo menunjukkan sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan menjalani perawatan jalan, sementara puluhan lainnya masih menjalani rawat inap.

Artikel Lainnya