Jakarta, INDONEWS.ID - Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya memulai musim Liga Super dengan berduel di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9) kick-off pukul 15.30 WIB.
Laga ini diprediksi akan berlangsung ketat. Pasalnya, ini merupakan tahun kedua Bhayangkara berlaga di Liga Super.
Musim 2025-2026 lalu mereka mencatat hasil yang sempurna sebagai tim pendatang baru yaitu finis di peringkat 5 dengan 53 gol.
Tepat ada di atasnya, di peringkat 4 adalah Persebaya Surabaya dengan 58 poin. Ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Bhayangkara.
Masuk lima besar musim lalu akan memicu semangat untuk melanjutkannya di musim ini.
Persebaya menjadi penantang pertama di musim ini. Modal bagus musim lalu dan bermain kandang membuat peluang tuan rumah cukup menjanjikan.
Apa lagi, Bhayangkara melakukan pergantian pelatih untuk menyambut musim baru.
Posisi Paul Munster digantikan Oscar Bruzon dari Spanyol.
Pergantian ini mungkin akan membuat The Guardian punya gaya bermain baru dibanding musim lalu.
Selain menunjuk pelatih baru, Bhayangkara juga cukup aktif di bursa transfer.
Kedatangan Allano Lima diprediksi akan membuat lini depan makin tajam.
Begitu juga dengan sosok penyerang seperti Anton Sojberg dan Milan Ristovski diprediksi akan langsung kinclong di laga pertama.
Tabah lagi, secara head to head musim lalu, dari dua pertemuan, Bajul Ijo tidak pernah menang atas sang lawan.
Mereka bermain imbang 1-1 di laga tandang dan kalah dengan skor 1-2 di kandang sendiri.
Catatan ini membuat pelatih Bernardo Tavares sedikit khawatir dengan timnya pada laga musim ini.
"Mereka juga mendatangkan pemain bagus yang sudah berpengalaman di Super League, serta pemain asing dengan pengalaman yang bagus. Artinya, kita perlu melakukan persiapan yang matang," ucap Bernardo Tavares.
Meski demikian, Persebaya tak bisa dipandang remeh. Sebab mereka datang dengan semangat juang tinggi.
Mereka punya modal apik usai menjuarai Piala Presiden 2026. Di bawah asuhan Bernardo Tavares, Bajul Ijo juga memasang target juara pada musim ini.