Jakarta,INDONEWS.ID- Tewasnya suporter bola yang bernama Catur Yulianto akibat ledakan petasan pasca pertandingan Indonesia vs Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (2/8/2017) kemarin. Bukan sebuah kecolongan aparat kepolisian dalam mengamankan jalannya pertandingan.
Menurut Kabit Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pihakkepolisian telah berulang kali mengingatkan agar para pendukung tidak membawa barang berbahaya termasuk petasan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, para pendukung kerap membawa barang berbahaya dengan cara disembunyikan. Ia pun mengakui jika para penonton memanfaatkan kelengahan polisi dalam membawa barang berbahaya seperti suar dan petasan.
"Ya namanya disembunyikan atau disimpan kan kadang biasanya orang itu bagaimana kelengahan kepolisian. Kelengahannya, jadi dia (penonton) gunakan kelengahan di situ," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu (3/9/2017).
Argo mengklaim, polisi telah melakukan pemeriksaan ketika para penonton memasuki stadion. Pemeriksaan itupun dilakukan sesuai standar operasioal prosedur yang berlaku. Namun, berbagai modus kerap digunakan penonton untuk mengelabui petugas.
"Kita sudah cek, kan ada berbagai macam modus dan sebagainya untuk mengelabui petugas biasa," kata dia menambahkan.
Seperti diketahui sebelumnya, Catur Yuliantono tewas saat petasan meledak usai pertandingan Indonesia vs Fiji. Oknum suporter yang berada di tribun selatan yang diduga pelaku menyalakan suar yang meluncur ke arah tribun timur. Menurut pihak kepolisian yang bertugas, lemparan itu mendarat di wajah korban. Saat dibawa kerumah sakit, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.(hdr)