Daerah

Pengamat: Jika Tidak Dibatalkan Akan Timbulkan Masalah Sosial Baru

Oleh : hendro - Sabtu, 09/09/2017 20:06 WIB


Ilustrasi kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta (ist)

Jakarta,INDONEWS.ID- Dibatalkannya uji coba perluasan pelarangan sepeda motor di ruas jalan MH Thamrin-Sudirman oleh Pemerintah Provinsi DKI bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek karena dinilai kebijakan tersebut tak efektif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas. demikian dikatakan pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan.

Selain itu, menurut Tigor, pembatalan itu karena Pemprov DKI sadar akan menimbulkan masalah sosial baru seperti penolakan yang sangat besar.

Karena itu, Tigor meminta agar Pemprov DKI  juga mencabut pelarangan sepeda motor dari jalan Medan Merdeka Barat-Bundaran Hotel Indonesia.

"Pemerintah juga rasanya sadar bahwa jika kebijakan pelarangan itu diperluas akan menimbulkan masalah sosial baru seperti penolakan yang sangat besar," kata Tigor dalam keterangannya  di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Lebih jauh Tigor berpendapat,  pelarangan sepeda motor dari jalan Medan Merdeka Barat-Bundaran Hotel Indonesia tidak efektif lantaran warga ibu kota lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

"Jadi, jika memang mau mengurangi kemacetan maka sediakan dulu layanan angkutan umum massalnya yang baik aman, nyaman dan akses. Larang saja total semua kendaraan bermotor pribadi mobil pribadi dan motor," tegasnya. (hdr)

Artikel Lainnya