Daerah

Pasien Naik Truk ke Rumah Sakit, IPPEMSI Makassar Desak Evaluasi Layanan Ambulans

Oleh : Alvin Demianus - Sabtu, 18/07/2026 17:01 WIB


Pasien yang dirujuk menggunakan mobil truk

Tana Toraja, INDONEWS.ID – Dugaan pasien rujukan dari Puskesmas Kondodewata, Kecamatan Mappak, yang terpaksa diangkut menggunakan truk menuju Polewali Mandar menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Peristiwa tersebut memunculkan kritik terhadap pelayanan rujukan dan kebijakan penggunaan ambulans di wilayah perbatasan.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI) Makassar, Agung Belo Rapa`, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme pelayanan rujukan agar tidak menyulitkan masyarakat.

"Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat menjadi korban aturan administratif yang tidak mempertimbangkan kondisi geografis. Regulasi harus berpihak pada keselamatan pasien, bukan justru menghambat akses layanan kesehatan," tegas Agung, Sabtu ( 18/07/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, S.Si, Apt, menyampaikan klarifikasi resmi berdasarkan penjelasan dr. Pustiati Rustam, Dokter Umum Puskesmas Kondodewata. Dijelaskan bahwa keputusan tidak menggunakan ambulans didasarkan pada hasil pemeriksaan medis dan penilaian klinis dokter.

Menurut dr. Pustiati, hasil evaluasi menunjukkan pasien tidak berada dalam kondisi gawat darurat (emergensi) sehingga tidak memiliki indikasi medis untuk menggunakan ambulans. Pasien dinilai dalam kondisi stabil dan aman menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dengan pendamping yang sesuai.

Ia menjelaskan, ambulans merupakan sarana transportasi medis yang diprioritaskan bagi pasien gawat darurat atau pasien yang memerlukan pemantauan dan tindakan medis selama perjalanan. Karena itu, penggunaannya harus disesuaikan dengan indikasi medis agar pelayanan tetap tersedia bagi pasien yang benar-benar membutuhkan.

Meski demikian, peristiwa ini tetap memunculkan diskusi mengenai perlunya evaluasi mekanisme rujukan bagi masyarakat di wilayah perbatasan, terutama ketika akses menuju rumah sakit rujukan berada di luar Kabupaten Tana Toraja. Hingga kini, masyarakat berharap adanya solusi yang mampu menjamin keselamatan pasien sekaligus mempermudah akses layanan kesehatan tanpa mengabaikan standar pelayanan medis.

 

Artikel Lainnya