INDONEWS.ID

  • Sabtu, 09/02/2019 23:31 WIB
  • Jelang Hari Kesiapsiagaan, BNPB Bakal Luncurkan Katalog Desa Rawan Bencana

  • Oleh :
    • Ronald T
Jelang Hari Kesiapsiagaan, BNPB Bakal Luncurkan Katalog Desa Rawan Bencana
Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan mengungkapkan jika pihaknya tengah menyiapkan katalog berisi nama-nama desa di Indonesia yang rawan mengalami bencana alam.

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan mengungkapkan jika pihaknya tengah menyiapkan katalog berisi nama-nama desa di Indonesia yang rawan mengalami bencana alam.

"Kami juga memetakan desa-desa mana yang rawan terkait dengan bencana alam. Dalam waktu dekat, BNPB akan mengeluarkan katalog desa-desa yang rawan terhadap bencana," ujarnya di acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertema ‘Potensi dan Mitigasi Kebencanaan’ di Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2) kemarin.

Dikatakan Lilik, ada lebih dari 45 ribu desa di Tanah Air termasuk dalam daerah yang rawan mengalami bencana alam gempa bumi.

"Nanti list-nya kami akan keluarkan. Mungkin biar ada momennya (dirilis) 26 April, itu Hari Kesiapsiagaan," tandasnya.

Lilik juga menjelaskan bahwa di tahun 2019 ini pihaknya bersama Badan Geologi dan BMKG sudah memetakan daerah-daerah yang rawan bencana.

"Kita coba hitung berapa masyarakat desa yang tinggal di daerah rawan bencana itu," ujarnya.

Ia mencontohkan sekitar lebih dari 100 juta masyarakat tinggal di daerah banjir. Sementara itu, untuk warga masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa malah lebih banyak lagi.

 "Kemudian di daerah yang (rawan) gempa bumi, ada lebih dari 86 juta masyarakat kita di sana," tandas Lilik. (ronald)

Baca juga : Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Artikel Terkait
Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Hingga Akhir Juni 2020, Kejadian Bencana Alam Lebih Rendah dari 2019
Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi Jelang Akhir Juni 2020
Artikel Terkini
Redenominasi atau Dollarisasi Rupiah
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Lindungi Diri dengan Protokol Kesehatan
Sinergitas TNI-Polri Diperlukan dalam Upaya Penanggulangan Terorisme
Dinkes Kaltara: Rapid Test Bukan Diagnostik, Hanya untuk Screening Awal
Mediasi Konflik Bupati dan DPDR Jember, Ini Penjelasan Sekjen Kemendagri
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn