indonews

indonews.id

Merayakan 11 Tahun GK Bekerja dalam Senyap

Sebelas tahun silam ketika Pak Joko Widodo atau Jokowi hendak berangkat ke Jakarta, dia memberi label teman-teman Kelik Wirawan dengan sebutan GK, singkatan dari Geng Kelik.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Oleh Zaenal Brigga (Brigade Gang Arab)

Jakarta, INDONEW.ID - Sebelas tahun silam ketika Pak Joko Widodo atau Jokowi hendak berangkat ke Jakarta, dia memberi label teman-teman Kelik Wirawan dengan sebutan GK, singkatan dari Geng Kelik.

Ya! Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare, tapi sebutan GK yang begitu sederhana mempunyai arti yang mendalam.

Secara historis, GK -- Gula Kelapa alias panji-panji merah putih sudah dikibarkan sejak kerajaan Majapahit ketika gendang perang ditabuh melawan penjajah pangeran Diponegoro sampai perang Paderi di Sumbar.

GK itu pada awalnya kumpulan relawan-relawan muda yang sangat sederhana namun militan. Mereka bekerja dalam senyap tapi efektif dan produktif, dia datangin kampung-kampung kumuh seperti masyarakat sekitar tepian Kali Ciliwung.

Masih terekam dengan jelas peristiwa 11 tahun lalu, kala Joko Widodo  atau Jokowi berhasil memenangkan Pilgub DKI pada 2012.

Kala itu, GK hanya mampu membawa satu gerobak nasi goreng untuk acara pesta rakyat pada pesta kemenangan rakyat di posko pak Jokowi di Rumah Saya, yang beralamat di Gang Arab, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Namun demi kaum papa, GK berani memotong hewan korban beberapa ekor demi kaum mustahik bergembira di hari raya.

Kini, GK genap 11 tahun. Semua teori pertempuran sudah pernah dipraktikkan dan dirasakan. Dari teori desa-desa mengepung kota di awal-awal perjuangan, lalu dari kota menyebar ke desa-desa pada pertempuran kedua.

11 tahun bisa diartikan satu-satu bahwa GK harus mandiri dan keberlanjutan harus berjalan dan dikawal. GK sukses mengantarkan Pak Jokowi sampai purna tugas.

Namun GK juga masih punya tugas berat mengantarkan dan mengawal kembali kepemimpinan yang baru demi pembangunan, kemakmuran dan keadilan yang sudah diwariskan oleh kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Satu-satu artinya mas kelik Wirawan sebagai pucuk pimpinan tertinggi harus berani tampil dan bersikap seperti seniornya. Sebagai nahkoda, Kelik Wirawan harus berani berlayar menghadapi gelombang samudera seperti Patih Gadjah Mada, meskipun Mas Kelik dibesarkan UNS bukan UGM.*

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas