Dituding Mundur sebagai Mediator Gencatan Senjata di Gaza, Ini Penjelasan Kemlu Qatar
Media di Timur Tengah santer memberitakan bahwa Qatar telah menyerah alias tidak melanjukan upaya gencatan senjata di Gaza, di mana selama ini Qatar bertindak selaku negosiator antara Hamas dan Israel.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Istanbul, INDONEWS.ID - Media di Timur Tengah santer memberitakan bahwa Qatar telah menyerah alias tidak melanjukan upaya gencatan senjata di Gaza, di mana selama ini Qatar bertindak selaku negosiator antara Hamas dan Israel.
Atas berita tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed bin Mohammed Al-Ansari memberikan klarifikasi.
Menurut Al-Ansari, laporan media yang menyebut pihaknya telah mundur sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza merupakan laporan tidak akurat.
Pemerintah Qatar, lanjut dia, bukan mundur tetapi hanya terhenti sementara.
"Laporan media yang mengatakan Qatar mundur sebagai mediator perundingan gencatan senjata di Gaza tidak akurat," ungkap Al-Ansari dalam pernyataannya, Sabtu (9/11).
Dia menambahkan bahwa Qatar telah memberitahu para pihak 10 hari yang lalu dalam upaya terbaru mencapai kesepakatan.
"Bahwa upaya mediasi antara Hamas dan Israel akan terhenti jika kesepakatan tidak tercapai pada putaran itu," tandasnya.
Pihaknya akan melanjutkan upaya dengan para mitra ketika para pihak menunjukkan keinginan dan keseriusan mereka untuk mengakhiri perang brutal tersebut dan penderitaan warga sipil yang terus menderita.b
Juru bicara Kemlu Qatar itu mengatakan pihaknya tidak akan menerima jika mediasi menjadi alasan pemerasan.
Menurut Al-Ansari, sejak gencatan senjata awal November lalu, telah terjadi taktik manipulatif.
"Termasuk mengingkari kewajiban yang disepakati melalui mediasi, dan mengeksploitasi perundingan untuk membenarkan kelanjutan perang demi melayani tujuan politik sempit," bebernya.
Al Ansari juga menyebut laporan mengenai penutupan kantor politik Hamas di Doha sebagai berita yang tidak akurat.
Dia mengatakan tujuan utamanya adalah menjadi saluran komunikasi antara pihak-pihak terkait, dan saluran tersebut telah berkontribusi pada upaya mencapai gencatan senjata lebih awal.
Dia menekankan perlunya media-media mendapatkan informasi dari sumber resmi.
Diketahui, media internasional sebelumnya menyatakan Qatar akan berhenti memediasi kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera hingga Hamas dan Israel bersedia melanjutkan perundingan, dan telah memberitahu para pemimpin Hamas mereka tidak lagi disambut di negara Teluk itu.
Perjalanan terakhir Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken selama sepekan ke Timur Tengah yang berakhir pada akhir Oktober tidak meninggalkan terobosan apa pun.
Genosida Israel di Jalur Gaza dimulai setelah kelompok pejuang kemerdekaan Palestina Hamas melakukan serangan lintas perbatasan pada 7 Oktober 2023.