indonews

indonews.id

SMAN 1 Pontianak Desak Klarifikasi Penyelenggara Usai Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Viral

SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat memberikan klarifikasi terkait polemik penilaian yang viral di media sosial.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat memberikan klarifikasi terkait polemik penilaian yang viral di media sosial.

Permintaan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi sekolah pada Selasa (12/5/2026), setelah muncul protes dari siswi peserta bernama Josepha Alexandra atau Ocha yang merasa jawaban timnya dinilai tidak konsisten oleh dewan juri.

Dalam pernyataannya, pihak SMAN 1 Pontianak mengaku telah meninjau ulang tayangan lomba secara menyeluruh sebagai bentuk upaya mengonfirmasi jalannya kompetisi.

“Sehubungan dengan anjuran untuk menyaksikan tayangan ulang sebagai bentuk ikhtiar dalam mengonfirmasi jalannya pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat, kami telah melakukan peninjauan kembali secara cermat,” tulis pihak sekolah.

Dari hasil peninjauan tersebut, sekolah menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari penyelenggara maupun dewan juri.

Salah satu poin utama yang disorot ialah adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan tim SMAN 1 Sambas, namun hanya satu pihak yang dinyatakan benar oleh juri.

“Adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan,” tulis pihak sekolah.

Selain itu, pihak sekolah juga menilai terdapat kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil lomba.

Tak hanya itu, sekolah juga menyinggung adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri yang disebut membuat jalannya perlombaan tetap dilanjutkan tanpa proses klarifikasi yang proporsional.

“Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pihak sekolah menegaskan bahwa tim mereka telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas sehingga layak mendapatkan penilaian objektif sesuai substansi jawaban.

Atas dasar itu, SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara memberikan penjelasan resmi terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian.

Sebelumnya, video potongan lomba tersebut viral di media sosial setelah memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai serupa.

Dalam video yang beredar, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin saat menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota BPK.

Namun, jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita.

Peserta dari Grup C sempat mengajukan protes karena merasa jawaban mereka memiliki substansi yang sama. Akan tetapi, juri menyatakan jawaban tersebut dianggap kurang lengkap karena tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Siti Fauziah, menyatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika perlombaan tersebut.

Ia mengatakan panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terhadap proses penilaian dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis lomba.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Siti.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas