China Bangun Stasiun Kereta Terbesar di Dunia, Kekaguman Elon Musk Jadi Sorotan
China kembali mencuri perhatian dunia lewat pembangunan stasiun kereta api terbesar di dunia yang berdiri di kota megapolitan Chongqing. Stasiun Kereta Api Timur Chongqing atau Chongqing East Railway Station menjadi sorotan global setelah memiliki luas fantastis mencapai 1,22 juta meter persegi, setara sekitar 170 lapangan sepak bola standar internasional.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - China kembali mencuri perhatian dunia lewat pembangunan stasiun kereta api terbesar di dunia yang berdiri di kota megapolitan Chongqing. Stasiun Kereta Api Timur Chongqing atau Chongqing East Railway Station menjadi sorotan global setelah memiliki luas fantastis mencapai 1,22 juta meter persegi, setara sekitar 170 lapangan sepak bola standar internasional.
Megaproyek bernilai investasi sekitar US$7,8 miliar atau setara Rp138,8 triliun itu semakin ramai diperbincangkan usai CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengunggah video yang menunjukkan kekagumannya terhadap infrastruktur tersebut di media sosial X. Unggahan itu dilaporkan telah ditonton lebih dari 56 juta kali.
Melansir media pemerintah China, stasiun raksasa ini mengusung desain vertikal delapan lantai dan berfungsi sebagai pusat transportasi terpadu atau hub “empat dimensi”. Dalam satu kompleks bangunan, penumpang dapat berpindah moda transportasi tanpa harus keluar gedung.
Integrasi transportasi tersebut mencakup layanan kereta cepat antarkota, jaringan metro atau kereta bawah tanah, terminal bus perkotaan dan antarkota, hingga area khusus bagi armada taksi dan kendaraan daring. Konsep ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat di salah satu kota terbesar di China.
Pada jam sibuk, stasiun ini disebut mampu melayani hingga 16 ribu penumpang per jam. Kapasitas besar tersebut didukung oleh 29 peron keberangkatan dan 15 jalur rel aktif yang melayani perjalanan kereta.
Stasiun Kereta Api Timur Chongqing mulai beroperasi penuh sejak Juni tahun lalu bersamaan dengan dibukanya jalur kereta cepat koridor Chongqing Timur–Qianjiang, yang menjadi bagian dari jaringan kereta cepat Chongqing–Xiamen. Jalur ini dirancang untuk mendukung operasional kereta peluru berkecepatan hingga 350 kilometer per jam.
Keberadaan stasiun ini juga memperkuat konektivitas wilayah barat daya China dengan berbagai pusat ekonomi dan destinasi wisata utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi`an.
Tak hanya mengandalkan skala besar, stasiun ini juga dilengkapi teknologi modern berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemandu arah pintar, serta atap kaca hemat energi yang memaksimalkan pencahayaan alami di area ruang tunggu penumpang.
Kehadiran infrastruktur baru ini diprediksi bakal mendorong lonjakan wisata ke Chongqing, kota yang dikenal dengan lanskap urban bergaya “cyberpunk” berkat topografi pegunungan unik dan sistem transportasi bertingkatnya. Kota tersebut juga populer sebagai tempat asal kuliner khas Sichuan Hotpot bercita rasa mala yang mendunia.*