Perkuat Perekonomian Daerah dan SDM Unggul, Menko Airlangga Dorong Penguatan Ekosistem Olahraga Nasional melalui PB Wushu Indonesia
Pengembangan olahraga nasional menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. Selain mendorong lahirnya atlet berprestasi, penguatan ekosistem olahraga juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pengembangan industri olahraga, serta promosi potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Pengembangan olahraga nasional menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. Selain mendorong lahirnya atlet berprestasi, penguatan ekosistem olahraga juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pengembangan industri olahraga, serta promosi potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus diwujudkan dengan dedikasi dan komitmen bersama untuk kemajuan organisasi serta prestasi atlet Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Masa Bakti 2026-2030 di Jakarta, Jumat (12/06).
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), seluruh Pengurus Provinsi Wushu Indonesia, atlet, pelatih, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung perkembangan olahraga wushu hingga mampu bersaing di tingkat internasional. Menko Airlangga juga menyampaikan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah memimpin PBWI pada periode 2026-2030.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, dalam sambutannya juga menyampaikan harapan agar cabang olahraga wushu kembali menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Indonesia pada ajang SEA Games dan Asian Games mendatang. Ketum Marciano juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga wushu yang akan dijalankan oleh Menko Airlangga bersama jajaran Pengurus PBWI Masa Bakti 2026-2030 guna menjaga keberlanjutan prestasi Indonesia di tingkat internasional.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menuturkan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar seiring dengan persiapan Indonesia menghadapi Asian Games yang akan diselenggarakan di Nagoya, Jepang. Wushu diharapkan dapat kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan medali emas bagi Indonesia sebagaimana capaian pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.
“Kami sangat berharap dalam Asian Games mendatang, wushu dapat kembali menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Pada periode ke depan ini beberapa atlet-atlet muda juga kami persiapkan untuk persiapan apabila wushu dipertandingkan di Olimpiade,” ungkap Menko Airlangga.
Selanjutnya, Menko Airlangga menekankan bahwa regenerasi atlet menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi olahraga nasional. Hal tersebut tercermin dari keberhasilan Tim Nasional Wushu Junior Indonesia yang menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X Tahun 2026 di Tianjin, Tiongkok, dengan perolehan 27 medali yang terdiri dari 9 medali emas, 11 medali perak, dan 7 medali perunggu. Menurut Menko Airlangga, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda berjalan dengan baik dan akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu mengharumkan nama Indonesia pada berbagai ajang olahraga internasional.
Selain berkontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional, pengembangan olahraga wushu juga memiliki potensi dalam mendukung perekonomian daerah melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan, pembinaan atlet berbasis daerah, serta penguatan ekonomi lokal. Aktivitas olahraga yang semakin berkembang dapat mendorong sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri kreatif di berbagai daerah, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menko Airlangga juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, KONI, KOI, PBWI, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Dukungan yang berkelanjutan terhadap pembinaan atlet dan organisasi olahraga diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
“Dengan susunan sekarang, saya yakin bahwa pekerjaan kita akan menghasilkan hasil yang optimal. Dan kita selalu mendorong generasi muda agar bisa menyanyikan Indonesia Raya di panggung dunia,” pungkas Menko Airlangga.
Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Wushu Indonesia Masa Bakti 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta memperluas kontribusi olahraga dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, dan masyarakat, olahraga wushu diharapkan terus mencetak prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi Indonesia.
Turut hadir pada acara tersebut di antaranya yakni Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, jajaran Dewan Kehormatan PB Wushu Indonesia, para pengurus PB Wushu Indonesia Masa Bakti 2026-2030, serta para atlet dan pelatih wushu nasional.