indonews

indonews.id

Makin Panas, AS Serang Menara Komunikasi dan Pangkalan Militer Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur strategis Iran, termasuk menara komunikasi di Provinsi Kerman dan sejumlah fasilitas militer lainnya, Minggu (12/7).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur strategis Iran, termasuk menara komunikasi di Provinsi Kerman dan sejumlah fasilitas militer lainnya, Minggu (12/7).

Menurut laporan kantor berita Anadolu yang mengutip situs berita Iran Entekhab, menara komunikasi yang berada di kawasan dataran tinggi selatan Provinsi Kerman menjadi salah satu sasaran dalam serangan terbaru tersebut.

Di saat yang sama, Wakil Gubernur Bidang Politik, Keamanan, dan Sosial Provinsi Lorestan, Saeed Pourali, mengatakan pasukan AS juga melancarkan dua serangan udara di wilayah pinggiran Veysian pada Sabtu malam waktu setempat.

Sebagaimana dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB, Pourali memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut dan situasi di wilayah itu telah kembali kondusif.

Selain menargetkan menara komunikasi, sebuah pangkalan militer di Kota Khondab, Iran bagian barat, juga dilaporkan terkena serangan yang oleh kantor berita pemerintah IRNA disebut sebagai hantaman "proyektil musuh".

Pejabat setempat mengatakan serangan terjadi pada Minggu pagi dan pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait kemungkinan korban serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Gelombang serangan terbaru ini disebut merupakan tahap ketiga operasi militer AS yang menyasar fasilitas radar, sistem rudal, dan pangkalan pesawat nirawak (drone) di wilayah selatan Iran.

Eskalasi konflik terjadi setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan satu awak kapal dilaporkan hilang akibat insiden di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Oman.

Sementara itu, Uni Emirat Arab menyatakan berhasil mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan Iran ke wilayahnya.

Rangkaian aksi saling serang tersebut menandai semakin meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi perang yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas