indonews

indonews.id

BNPB Dorong Pemulihan Pascagempa di Ngada, Nelayan Kembali Beraktivitas

Bambang mendorong masyarakat pesisir untuk secara bertahap kembali menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk melaut, dengan tetap memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perairan.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in BNPB Dorong Pemulihan Pascagempa di Ngada, Nelayan Kembali Beraktivitas
Korban Gempa Flores

Ngada, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong pemulihan kehidupan masyarakat Kabupaten Ngada pascagempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu(15/8).

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mendorong masyarakat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus memperkuat dukungan pemerintah daerah bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pada Minggu (30/8), Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra yang bertugas di wilayah Kabupaten Ngada meninjau wilayah pesisir Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Dalam kunjungan tersebut, Bambang berdialog dengan masyarakat dan para nelayan yang aktivitasnya sempat terganggu setelah gempa dan dikeluarkannya peringatan dini tsunami.

Bambang mendorong masyarakat pesisir untuk secara bertahap kembali menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk melaut, dengan tetap memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perairan.

“Peringatan dini tsunami akibat gempa pada Sabtu (15/8) telah dinyatakan berakhir oleh BMKG. Karena itu, masyarakat, termasuk para nelayan, secara bertahap dapat kembali menjalankan aktivitasnya. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga dan informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah harus terus diikuti,” ujar Bambang seperti dikutip dari siaran pers Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Bambang, kembalinya aktivitas masyarakat merupakan bagian penting dalam proses penanganan pascabencana. Masyarakat perlu mendapatkan kepastian informasi agar dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari secara bertahap tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

“Kita tidak ingin masyarakat terus hidup dalam ketakutan. Yang perlu kita bangun adalah kesiapsiagaan. Kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat harus mulai berjalan kembali, dengan tetap mengikuti informasi resmi,” katanya.

 

BNPB Perkuat Dukungan Tokoh Agama

Pada hari yang sama, dalam kegiatan terpisah, Anggota Unsur Pengarah BNPB Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud., bersama Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menemui para tokoh agama di Stasi Keluarga Roh Kudus Nazareth, Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung.

Keduanya diterima Romo Vikep Kevikepan Bajawa RD Gabriel Idrus, Pr., Pastor Paroki Bekek RD Wempi Da Silva, Pr., serta para imam lainnya.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi sekaligus memperoleh masukan dari para tokoh agama mengenai kondisi masyarakat dan proses pemulihan pascagempa, khususnya di wilayah Kecamatan Riung.

Dalam pertemuan itu, Isroil meminta dukungan para tokoh agama agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas pertemuan dengan para Romo. Kami mohon dukungan untuk proses pemulihan,” ujar Isroil.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui BNPB telah menyiapkan sejumlah skema bantuan bagi rumah warga yang terdampak gempa. Untuk rumah kategori rusak berat disiapkan bantuan pembangunan hunian tetap sebesar Rp60 juta, sedangkan rumah rusak sedang sebesar Rp30 juta dan rusak ringan sebesar Rp15 juta.

Bagi masyarakat terdampak yang memerlukan hunian sementara sebelum hunian tetap dibangun, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembangunan hunian sementara sebesar Rp30 juta.

Isroil menegaskan bahwa ketepatan pendataan menjadi faktor penting karena bantuan pemerintah harus diberikan kepada warga yang benar-benar berhak menerimanya sesuai kategori kerusakan.

Untuk memastikan data tersebut akurat, Pemerintah Kabupaten Ngada telah menerjunkan 160 petugas berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngada untuk melakukan pendataan dan verifikasi rumah warga terdampak.

“Data harus benar-benar valid karena akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan dan jenis bantuan yang diberikan. Jangan sampai masyarakat yang memang berhak justru tidak tercatat, atau sebaliknya,” ujar Isroil.

Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi penting dalam proses pemulihan karena memiliki hubungan yang dekat dengan masyarakat serta memahami kondisi warga di wilayah pelayanan masing-masing.

“Penanggulangan bencana bukan semata-mata membangun kembali rumah yang rusak. Yang kita pulihkan adalah kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu mendengar masyarakat dan menggandeng tokoh-tokoh yang berada dekat dengan mereka,” katanya.

Upaya mendorong masyarakat kembali beraktivitas dan memperkuat dukungan tokoh agama tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Ngada.

Tim BNPB terus melakukan pendampingan teknis kepada BPBD dan pemerintah daerah Kabupaten Ngada, sementara komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga terus diperkuat.

BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Ngada terus mendampingi proses pemulihan secara bertahap, mulai dari mendorong masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, memastikan bantuan diberikan berdasarkan data yang akurat, hingga memperkuat dukungan tokoh agama dan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari secara aman. *

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas