Farama Tekuk ABC Wirayudha 4-0, Blunder Kiper Hancurkan Mental
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - ABC Wirayudha kembali menelan kekalahan di pekan keenam Liga Soeratin U-15, tim hijau-putih dipaksa 4 kali memungut bola dari gawangnya. Dua gol awal Farama bikin daya juang anak-anak Wirayudha patah arang, sementara pemain Farama kian leluasa menyerang dan bisa menambah 2 gol lagi di babak kedua. Hasil akhir Farama menang 4-0, Minggu (06/09) .
Awal pertandingan ABC Wirayudha masih mampu mengimbang permainan Farama, lewat 15 menit Farama mulai mendikte pertandingan, kala pemain sayap kanan Farama menusuk hingga mendekati kotak putih dan melepaskan tendangan keras, bola tak mampu ditepis kiper Wirayudha, gol pun tercipta.
Sekitar 10 menit kemudian, pemain depan Farama dijatuhkan back Wirayudha di luar kotak putih, wasit memberi tendangan bebas. Gol kedua tercipta dari bola mati saat striker Farama, tendanganya mengarah ke sudut kanan atas tak mampu ditahan kiper yang posisinya sedikit ke kiri.
Babak kedua anak-anak Wirayudha tak bisa berbuat lain, mereka lebih banyak bertahan apalagi satu pemainnya cedera dan jatah pergantian pemain habis, terpaksa bermain dengan 10 pemain. Gol ketiga Farama dihasilkan lewat sentuhan satu-dua, sedangkan gol penutup dari bola mati, persis gol ke-2.
Pelatih Wirayudha Panca mengatakan, di babak awal pemainnya masih mampu mengimbangi Farama, tapi saat dua gol tercipta karena kesalahan kiper membuat seluruh mental anak-anak drop. Dan di babak kedua timnya harus bermain dengan 10 pemain, mental pemainnya makin lemah.
"Kami berangkat dari komunitas dan mengikuti kompetisi yang padat, harus bersaing dengan tim-tim yang produktif. Kami harus bersaing dengan SSB yang sudah lama berdiri", ungkapnya.
Menurutnya, ikut Liga Soeratin ingin mengangkat mental anak-anak komunitas bersaing dengan tim-tim yang punya jadwal latihan. Pemainnya lebih banyak menunjukan `gaya` begitu ada tantangan perebutan bola, pemainnya kalah.
Dikatakan, kita akan terus bertarung, dari sekedar hobi ikut kompetisi yang padat, dimana main bagus dan menang menjadi harapan semua tim. "ABC Wirayudha akan terus berjuang", kilahnya menutup pembicaraan.
Sementara pelatih Farama Tyas Tanoto mengatakan, mengapresiasi pemainnya yang sudah hadir sejam sebelum pertandingan, itu menandakan kesiapan mereka untuk bertanding. Dan saat di lapangan pun mereka menjalankan instruksi dan strategi pelatih.
"Di usia mereka yang masuk masa transisi, kedisplinan harus ditekankan apalagi waktu mereka banyak dihabiskan di sekolah. Kedisplinan saat berlatih atau saat ingin bertanding menjadikan mereka mengasah kemampuannya", ujarnya.
Menurutnya, pertandingan kali ini timnya lengkap, namun stamina mereka masih kurang maksimal. Untuk itu ia akan memfokuskan latihan stamina guna menghadapi putaran kedua. "Saya salut sama anak-anak, siap bertanding meski staminanya masih perlu dibenahi", tutupnya.