indonews

indonews.id

Tertinggal Lebih Dulu, PSF Bangkit dan Taklukkan Tunas Betawi 2-1

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
zoom-in Tertinggal Lebih Dulu, PSF Bangkit dan Taklukkan Tunas Betawi 2-1
Menari, bagai penari pemain Tunas Betawi (kiri) dan PSF (kanan) berebut bola.foto:pras.

Jakarta, INDONEWS.ID - PSF berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Tunas Betawi dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Sabtu (7/11). Kemenangan ini diraih setelah PSF sempat tertinggal lebih dulu pada awal pertandingan.

Tunas Betawi sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Namun, absennya empat pemain pilar akibat akumulasi kartu dan cedera membuat kekuatan tim tidak maksimal. Kondisi tersebut akhirnya berpengaruh terhadap permainan mereka, terutama saat memasuki babak kedua.

Tunas Betawi membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Berawal dari umpan matang dari sektor kiri, Naufal Bhakti yang berada dalam posisi tepat langsung menyambut bola dengan tendangan keras. Bola meluncur deras ke gawang PSF tanpa mampu diantisipasi penjaga gawang. Skor berubah 1-0 untuk Tunas Betawi.

Tertinggal satu gol membuat PSF meningkatkan intensitas serangan. Tim tuan rumah mulai membangun permainan dari lini belakang dengan mengalirkan bola antarpemain secara terorganisasi.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-11. Hansend Eben memperlihatkan aksi individu apik di depan kotak penalti. Setelah melewati dua pemain Tunas Betawi, ia melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung kiper lawan. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSF tampil semakin percaya diri. Sebaliknya, Tunas Betawi mulai kesulitan mengimbangi tekanan lawan. Situasi tersebut dimanfaatkan PSF untuk terus mencari celah di pertahanan lawan.

Gol kemenangan PSF akhirnya tercipta pada menit ke-41. Ulin Rahman sukses memaksimalkan peluang melalui tendangan bola mati yang mengarah ke tiang jauh. Kiper Tunas Betawi tak mampu menjangkau bola sehingga PSF berbalik unggul 2-1.

Tertinggal satu gol, Tunas Betawi berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, sejumlah upaya mereka selalu kandas di hadapan barisan pertahanan PSF yang tampil disiplin. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan PSF.

Pelatih Tunas Betawi, Jefri, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, tim memiliki peluang besar untuk membawa pulang tiga poin, tetapi kehilangan empat pemain utama membuat kekuatan skuad tidak optimal.

"Secara keseluruhan saya kecewa. Seharusnya kami bisa mengatasi PSF. Dua pemain utama absen karena akumulasi, sementara dua lainnya cedera. Anak-anak sudah diinstruksikan untuk menekan, tetapi skuad kami kurang dukungan", ucapnya.

Sementara itu, pelatih PSF, Muklisin, mengaku puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik, terutama dalam meredam tekanan lawan dan membangun serangan melalui permainan kaki ke kaki.

Menurutnya, kerja sama antarlini menjadi salah satu kunci keberhasilan PSF membalikkan keadaan. Kepercayaan diri pemain yang terus terjaga juga membuat timnya mampu mempertahankan tekanan hingga memastikan kemenangan.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada Tunas Betawi yang dinilainya tampil cukup baik. Ia bahkan mengakui PSF berpotensi menghadapi kesulitan lebih besar jika lawan tampil dengan kekuatan penuh.

"Tunas Betawi bermain bagus. Kalau skuad mereka full team, mungkin PSF akan kesulitan meredam serangan mereka", tandasnya. 

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi PSF untuk menjaga persaingan di Liga Jakarta U-17, sementara Tunas Betawi harus segera bangkit demi menjaga peluang menembus empat besar.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas