Budaya

Bina Antarbudaya Gelar Malam Perpisahan dengan Siswa/i Pertukaran Pelajar di Balai Sarwono

Oleh : very - Minggu, 19/05/2019 20:05 WIB

Yayasan Bina Antarbudaya menyelenggarakan malam perpisahan untuk siswa-siswi asing terpilih yang telah melakukan pertukaran budaya melalui program AFS Tahun Program 2018- 2019 di Indonesia, di Balai Sarwono, Jumat (17/5). (Foto:ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Yayasan Bina Antarbudaya menyelenggarakan malam perpisahan untuk siswa-siswi asing terpilih yang telah melakukan pertukaran budaya melalui program AFS Tahun Program 2018- 2019 di Indonesia. Siswa-siswi ini telah menjalani kehidupan di beberapa kota yang tersebar di Indonesia.

Bina Antarbudaya malam itu melepas 17 siswa-siswi asing yang mengikuti program AFS antara lain dari Belgium, Hungaria, Italia, Jerman, Jepang, Rusia, dan Spanyol. Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat, tanggal 17 Mei 2019 di Balai Sarwono, Jakarta Selatan.

“Acara Tribute to Indonesia menampilkan unjuk kebisaan oleh para siswa-siswi asing dengan menampilkan tarian, nyanyian, atau puisi yang berasal dari kota yang pernah mereka tinggali di Indonesia. Selain itu beberapa siswa-siswi menggunakan pakaian adat diiringi nyanyian lagu kebangsaan Indonesia,” ujar Humas AFS, Ica saat ditemui Indonews menjelang malam perpisahan.

Pada akhir acara, para keluarga angkat dari siswa-siswi asing yang hadir dalam malam perpisahan turut memberikan pesan dan kesan selama menjadi keluarga angkat para siswa-siswi asing. Tak luput, para orang tua angkat mengucapkan terima kasih untuk mendapat kesempatan belajar dan memahami akan arti positif dari perbedaan budaya selama menjadi orang tua angkat serta mengucapkan salam perpisahan sebagai penutup.

“Selain memberikan penampilan terbaik dari siswa-siswi asing, para tamu juga disuguhkan dengan kumpulan video perpisahan yang telah disusun oleh para siswa-siswi asing yang berisikan kesan mendalam selama mereka hidup di Indonesia,” ujarnya.

Acara ini dihadiri juga Nina Nasution selaku Direktur Kantor Nasional AFS, Asmir Agoes, Ketua Dewan Pengurus, dan perwakilan Duta Besar Negara Sahabat.

Program pertukaran pelajar AFS di Indonesia telah berjalan selama 63 tahun, sejak tahun 1955. Mulai tahun 1985, program ini dikelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya, suatu organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, kepemudaan dan sosial.

Ditemui sebelum acara dimulai salah satu siswa pertukaran budaya, Raquel dari Spanyol, mengatakan dirinya bersama teman-teman sudah melakukan pertukaran budaya selama hampir 10 bulan. Raquel yang menggunakan bahasa Indonesia dalam logat kental Makassar itu mengatakan, dirinya sangat senang bisa terlibat dalam pertukaran siswa tersebut.

“Bapa dan Mama angkat saya ada di Makassar. Mereka sangat baik sekali menerima kami seperti anak-anaknya. Karena itu, saya merasa sedih karena harus kembali ke Spanyol,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada banyak pengalaman dan pelajaran yang didapatnya selama tinggal bersama orang tua angkatnya di Makassar. “Indonesia ini sangat kaya dengan budaya, bahasa dan kesenian daerah,” ujarnya.

Karena itu, Raquel mengatakan, pada suatu saat nanti –entah kapan – dirinya berharap bisa kembali ke Indonesia.

Sementara itu, siswa lainnya, Emanuelle dari Italia mengaku awalnya sempat mengami shock budaya. “Jujur saja kami di saat awal sempat mengalami shock budaya karena budaya kita memang berbeda. Tapi lama-kelamaan malah merasakan asyik karena memang orang tua kami itu sangat menerima kami apa adanya,” ujarnya.

Sama seperti Raquel, diriya juga merasa sedih karena harus berpisah dengan orang tua dan saudara-saudaranya yang berasal dari Medan.

AFS merupakan program pertukaran pelajar pertama yang dikelola Bina Antarbudaya berafiliasi dengan AFS Intercultural Program yang berbasis di New York, Amerika Serikat, sebuah organisasi berbasis relawan yang tertua dan terbesar di dunia.

Bina Antarbudaya sebagai organisasi pertukaran pelajar berperan menciptakan perdamaian dan memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan mengembangkan pemimpin masa depan. Bina Antarbudaya memiliki 20 chapter yang terletak di berbagai kota di Indonesia, yaitu: Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin, Bogor, Denpasar, Jakarta, Karawang, Makassar, Malang, Mataram, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Samarinda, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

Alumni AFS di Indonesia berjumlah kurang lebih empat ribu orang, di antaranya Taufiq Ismail (Penyair), Arief Rachman (Tokoh Pendidikan), Tanri Abeng (mantan Menteri BUMN), Yahya Muhaimin (Mantan Menteri Pendidikan), Imam Prasodjo (Sosiolog), Tri Mumpuni (Tokoh Energi) , Najwa Shihab (News Anchor), Valerina Daniel (Puteri Indonesia 2005), Indra Herlambang (Artis), Uli Herdinansyah (Presenter), Joko Anwar (Sutradara) dan lain-lain. (Very)

Artikel Terkait