Nasional

Nama Kopassus Terseret, Ini Pernyataan Tegas Danjen Kopassus

Oleh : luska - Rabu, 12/06/2019 06:05 WIB

Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.(Pen Kopassus)

Jakarta, INDONEWS.ID - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa, sangat menyayangkan pemberitaan Majalah Tempo edisi 10 Juni yang berjudul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah" yang menyudutkan Kopassus.

Danjen menilai maraknya pemberitaan saat ini selalu membawa bawa nama institusi/organisasi Kopassus.

" Ya media/mereka selalu membawa Kopassus, kasihan organisasi tidak bersalah dan itu masa lalu," jelas Mayjen Cantiasa kepada indonews.id di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Terseret nama Kopassus dalam polemik Pilpres 2019 karena ada sejumlah purnawirawan yang ikut membela pasangan capres-cawapres. Danjen Kopassus terus mengingatkan prajuritnya untuk netral dan tidak ikut berpolitik.

Berikut pernyataan Danjen Kopassus Mayjen I Nyoman Cantiasa :

"Akhir-akhir ini kita merasakan bersama hangatnya dinamika yang berkembang dalam masyarakat, khususnya terkait Pemilu 2019. Dalam dinamika tersebut, berbagai isu dan kejadian mengemuka silih berganti hingga tidak jarang nama satuan yang kita cintai ini terbawa-bawa dalam berbagai pemberitaan sebagai embel-embel terhadap suatu konteks yang sebenarnya sama sekali tidak ada relevansinya dengan satuan kita secara formal.

Nyoman mengingatkan kepada para prajuritnya untuk berpegang teguh pada standar profesionalisme yang tinggi dalam menghadapi polemik pemilu.

"Satuan kita juga memiliki sejarah prestasi panjang dalam menjaga tegak dan utuhnya NKRI. Kesetiaan satuan ini dalam mengawal konstitusi pun sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah bangsa. Saat ini kita semua yang mengawaki Kopassus dan kita bertanggung jawab untuk menjaga nama baik serta reputasi yang sudah ditorehkan dengan perjuangan yang panjang," ucapnya.

"Sebagai pembina Korps Baret Merah, saya mengimbau kepada seluruh warga Baret Merah agar tetap menjaga nama besar satuan yang kita cintai ini," imbuh Nyoman.

Lewat pernyataannya, jenderal bintang dua tersebut kembali menekankan instruksinya soal prajurit Kopassus yang harus bekerja berdasarkan `rantai komando`. Nyoman menegaskan tidak boleh ada prajurit Kopassus yang bekerja berdasarkan inisiatif pribadi atau demi kepentingan kelompok.

"Sebagai prajurit TNI yang profesional, setiap prajurit Kopassus wajib memegang teguh rantai komando dalam setiap ucapan, sikap, dan tindakan. Apa yang dilakukan maupun tidak dilakukan oleh Kopassus harus berdasarkan perintah tegak lurus yang disampaikan melalui garis komando," tutur lulusan Akmil 1990 itu.

"Tidak boleh ada satu pun prajurit Kopassus yang bertindak karena inisiatif pribadi, kelompok, maupun pihak-pihak lain di luar garis komandonya. Tidak boleh ada prajurit Kopassus yang mengeluarkan komentar, apalagi bernada provokatif dalam media sosial maupun secara lisan. Pegang teguh prinsip ini setiap waktu. Para unsur komandan bawahan agar selalu mengecek pelaksanaannya di satuan masing-masing," sambung Nyoman.

Menyusul situasi terkini, pucuk pimpinan Kopassus ini berharap para prajuritnya bekerja dengan sebaik-baiknya. Nyoman menegaskan Korps Baret Merah harus memberikan keselamatan bagi bangsa Indonesia.

"Serta memberikan kekuatan, kelancaran, dan keberhasilan bagi seluruh prajurit Kopassus di mana pun bertugas dan berada. Komandooo!!!," pungkasnya. (Lka)

Loading...

Artikel Terkait