Daerah

Video Ceramah ke Polantas Viral, Profesor Sudjijono Beri Klarifikasi

Oleh : Marsi Edon - Sabtu, 20/07/2019 23:15 WIB

Profesor Sudjijono(Foto:Detik.com)

Jakarta,INDONEWS.ID – Profesor Sudjijono mengatakan, pihaknya telah memberikan klarifikasi secara lengkap terkait dengan video ceramah yang viral di media sosial kepada polisi lalu lintas di salah satu ruas jalan di Surabaya. Klarifikasi ini ia sampaikan untuk meminta maaf sekaligus untuk menjaga nama baik Institusi kepolisian.

“Sudah klarifikasi. Jadi kejadian sudah bulan Maret yang lalu. Kalau tanggapan netizen positif sekali tapi kan saya nggak enak dengan lembaga" kata Sudjijono sebagaimana dilansir detik.com, Jakarta, Sabtu, (20/07/2019)

Dalam rilisnya tersebut, ia memuat beberapa point mulai dari kronologi kejadian tersebut. Selain itu, ia jua meminta maaf kepada polisi yang ia ceramahi tersebut.

Untuk diketahui, kejadian ini berlangsung beberapa bulan lalu sebelum Ramadhan. Kejadian ini berlangsung di sebuah putaran balik simpang empat Jemur Andayani, Surabaya.

Berikut adalah klarifikasi lengap dari Profesor Sudjijono terkait viode ceramah tersebut kepada salah satu Polisi lalu lintas di Surabaya:

Assalamualaikum Wr.Wb. 
Yth. Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-saudaraku yang dirachmati Alloh SWT. 

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya vidio diri saya dan anggota Polantas yang diviralkan oleh orang. Oleh karena sudah terlanjur viral, maka dalam kesempatan ini saya mohon maaf dan saya klarifikasi, sbb:

1. Anggota Polantas yang berdinas di tikungan tersebut berpersepsi, bahwa rambu-rambu tesebut dilarang/tidak boleh putar balik, sehingga pengendara kendaraan yang putar balik di tindak dan ditangkap dst.......

2. Telah terjadi 2 (dua) kali menimpa diri saya: 
1) terjadi sekitar bl. Januari 2019, dan saya pahamkan dapat direrima dengan baik. Selesai.
2) Pada bulan Maret 2019 terjadi lagi dan melakukan tindakan represif terhadap beberapa kendaraan yang melaju didepan saya yang juga putar balik termasuk diri saya. Putar balik yang dilakukan mengikuti isyarat lampu bersama-sama Roda-2. Pada saat itu saya turun dan diskusi masalah alasan mengapa ditangkap dan tidak ada alasan, maka kemudian bersama-sama menuju rambu-rambu yang terpasang dan terjadi seperti vidio yang diviralkan orang tersebut.

3. Putaran tersebut akses terdekat yang saya lalui ketika berakifitas pagi maupun sore.

4. Kejadian tersebut sekitar bl. Maret 2019 yang sudah 5 (lima) bulan yang lalu, namun indikasi viral di bulan Juli 2019.

5. Saya pribadi tidak bangga dan tidak nyaman atas adanya kejadian tersebut terlebih kejadian tersebut diviralkan orang yang menjadi konsumsi publik khususnya warganet. Padahal diskusi hanya pribadi saya dengan oknum anggota LL yang bersangkutan yang semata-mata bermaksud memberikan pemahaman atas terjadinya perbedaan persepsi sekalipun terkesan agak keras, karena pengaruh situasi. 

6. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga kejadian ini menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi kita semua dan masyarakat.

7. Mohon dengan hormat vidio yang telah viral jangan diperpanjang lagi yang menjadikan labih tidak nyaman bagi diri saya.

8. Sekian dan terimakasih.

Wabillahitaufig wal hidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

Salam hormat
Sadjijono *(Marsi)

 

 

 

 

Artikel Terkait