Ragam

Seperti Dari Surga: Narasi Puitis Mengiringi Kepulangan Kekal Bacharuddin Jusuf Habibie

Oleh : Rikardo - Kamis, 12/09/2019 22:30 WIB

Ucapan belasungkawa group Indonews.id atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia di RSPAD Gatot Subroeto pada Rabu, 11/9/2019

Oleh: Gerard N. Bibang*)

Puisi, INDONEWS - Kau datang seperti dari surga
seakan malaikat Gabriel utusan khusus Allah
menyampaikan khabar gembira kepada sekalian makhluk
tentang ilmu yang mencinta dan cinta yang mengilmu
bahwa ilmu tanpa cinta adalah rumus mati
dan cinta tanpa ilmu adalah fantasi abadi

Delapan puluh tiga tahun sudah
kau berwarta ke pelosok dunia dan nusantara supaya segeralah membuat pembalikan
bukan berarti berwajah sok ilmiah yang tugasnya membolak-balik
baik jadi buruk, buruk jadi baik

Bukan, bukan, bukan ilmiah itu namanya, katamu
pembalikan seperti itu adalah bohongmu
bohongmu adalah kejujuran
konyolmu adalah kemuliaan
tak tahumu adalah kebijaksanaan
tak layakmu disembunyikan

Loading...

Mengilmu ialah menjelajah cakrawala menuju surga
mendapatkan surga pasti mendapatkan dunia
bukan dengan mengejar dunia berarti menggantikan surga
mengejar-ngejar dunia seakan kaki tidak berpijak di dunia
itu adalah gagal ilmu maka gagal paham berkepanjangan
anggap diri paling tinggi tak berkesudahan
sabda-sabda dari Tuhan hanya remang-remang

Ilmu menyatu cinta menjelma kegembiraan tiada tara
memburu kebaruan dalam berilmu adalah cita-cita jiwa
lebih serasa hidup dengan ‘tidak’ yang benar-benar ‘tidak’ daripada ‘ya’ tetapi pada hakikinya tidak ‘ya’
hidup tidak mudah diterap-terapkan
tidak gampang dipakai-pakai
oleh mereka2 yang lihai dan licik
dengan dalil2 ayat suci

Akhir-akhirnya ilmu yang mencinta dan cinta yang mengilmu lebih cenderung dekat ke kesadaran ‘tiada’
dan kau telah memilih itu selama hidupmu
daripada terlanjur mengambil ‘nyata’ dan berkoar-koar yang ternyata belum pernah benar-benar nyata

(GNB: JKTt: Kamis:12.11.2019: Hari Pemakaman BJ. Habibie di TMP Kalibata).

 

*)Gerard N. Bibang adalah dosen Ilmu Komunikasi di kampus Atmajaya juga penyair yang menthabiskan dirinya sebagai petani humaniora. 

Artikel Terkait