Daerah

Gempa Guncang Ambon, 6 Orang Meninggal Dunia, 4 Luka-luka

Oleh : Rikardo - Kamis, 26/09/2019 17:30 WIB

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo saat memberikan keterang pers di Aula Serbaguna, Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis,(26/9/2019/Foto: Rikard Djegadut/Indonews.id)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bermagnitude 6.8 terjadi di sebelah Timur Laut Kota Ambon pada Kamis, (26/9/2019). Akibatanya, sedikitnya 6 orang meninggal dunia dan 4 lainnya menderita luka-luka.

Hal itu dikonfirmasi oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo di Aula Serbaguna, Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis,(26/9/2019).

Agus menjelaskan 6 orang yang menjadi korban tersebut diakibatkan tertimpa reruntuhan bangunan, sementara 4 orang lainnya menderita luka-luka.

"Korban luka-luka yakni Hasan Kaplale, Djamila Lasaiba, Gamar Assagaf, dan 1 orang warga desa Waai Kab. Maluku tengah" ungkap Agus.

Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, Agus menambahkan, gempa yang terjadi pukul pukul 06.45:45 WIBj itu menyebabkan kerugian secara material.

"Kerugian material berupa 4 unit rumah, 3 unit fasilitas pendidikan, 2 unit fasilitas peribadatan, 3 unit perkantoran, 1 unit jembatan, 1 unit bangunan lain, 1 unit fasilitas umum," terang Agus. 

2 unit rumah, lanjut Agus, rusak berat terdapat di Desa Toisapu, sementara 2 unit lainnya, masing-masing terdapat di Desa Hative dan Galala. Sementara 3 unit bangunan Universitas Pattimura rusak dan 1 unit bangunan kampus IAIN rusak.

"1 unit pondok pesantren di Desa Liang, Kab. Maluku Tengah, 1 Unit Masjid di Gunung Malintang rusak, 1 unit Gereja Rehoboth, 1 unit bangunan kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku rusak, 1 unit gedung BLK"

Selain itu, yang terkena dampak gempa juga yakni 1 unit Jembatan Merah Putih yang menjadi ikon kota Ambon retak, 1 unit Pasar Apung di Negeri Pelau Kab. Maluku Tengah. Mal Citi Mal juga terkena dampak dan jalan utama menuju dermaga Ferry Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah juga retak. 

Agus menjelaskan, gempa tersebut tidak berpontensi tsunami. Meskipun terjadi sebanyak tiga kali gempa susulan. Sehingga, Agus menambahkan, para pengunsi yang saat ini mengungsi di rumah kerabat terdekat boleh kembali ke rumah masing-masing. "Itupun bagi yang rumahnya tidak terdapak gempa," jelasnya.

Sementara untuk penanganannya, Agus menjelaskan Operator Pusdalops dan beberapa personil BPBD Provinsi Maluku membantu kegiatan pemasangan tenda di RSU. DR. Haulus.

"BPBD Provinsi dan Kota Ambon telah melaksanakan sosialisasi untuk menenangkan masyarakat yang terkena dampak gempa," pungkasnya.*(Rikardo)

 

 

 

 

Loading...

Artikel Terkait