Daerah

Kebakaran Hutan Di Gunung Semeru Hanguskan Lahan 93 Hektar

Oleh : Ronald T - Minggu, 29/09/2019 23:01 WIB

Plt Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), Achmad Arifin mengatakan hingga Minggu, (29/9/2019) hutan seluas 93,3 hektare di Gunung Semeru, Jawa Timur, dilaporkan hangus. (Foto : istimewa)

Malang, INDONEWS.ID - Plt Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), Achmad Arifin mengatakan hutan seluas 93,3 hektare di Gunung Semeru, Jawa Timur, dilaporkan hangus. Hingga Minggu, (29/9/2019) tim gabungan masih melakukan penyisiran guna pemadaman.

“Titik-titik api yang sudah berhasil dipadamkan berada di lokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watu Pecah, Watu Rejeng, Ayek-Ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-Oro Ombo dan Watu Tulis dengan area terdampak seluas 93,3 hektare,” katanya dalam pesan tertulis pada Minggu, (29/9/2019).

Dirinya juga menyebutkan, hingga pukul 08.30 WIB tadi, masih ditemukan satu titik api di Bukit Ayek-Ayek. Informasi yang ditemukan berupa asap tipis.
 
"Lokasi ini berupa tebing jurang dan cukup jauh dari jangkauan tim, kurang lebih 5,5 kilometer dari Posko Ranupani dengan medan yang sangat terjal. Sehingga tim masih melakukan pengondisian jalur dan koordinasi lebih lanjut," imbuhnya.

Arifin menambahkan fokus pemadaman kebakaran hari ini adalah dengan sistem mop-up. Yaitu pengendalian sisa api, bara, dan asap sehingga dapat benar-benar padam.
 
"Tim yang bergerak hari ini 11 orang dari petugas TNBTS, Masyarakat Mitra Polhut Ranupani, dan Babinsa Ranupani," lanjutnya.
 
Prinsip pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan, kata Arifin, adalah pengutamaan keselamatan tim. Termasuk memadamkan area yang terjangkau, memperhatikan arah dan kecepatan angin serta pembuatan sekat bakar.
 
Titik-titik api yang sudah berhasil dipadamkan sebelumnya berada di Gunung Arjuna berada di blok Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watu Pecah, Watu Rejeng, Ayek-Ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Panggonan Cilik, Oro-Oro Ombo dan Watu Tulis. Area terdampak seluas 93,3 hektare.
 
Total personel pemadaman sampai hari ini sejumlah 359 orang. Terdiri dari Petugas TNBTS, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Lumajang, Kodim/Koramil Lumajang, Tim Kobra Polres Lumajang, Saver, Pramuka Peduli, Gimbal Alas, Komunitas Porter, Masyarakat Relawan Indonesia ACT, Masyarakat Mitra Polhut, Manggala Agni, Relawan Jagafopta, Tim Evakuasi Mandiri Ranupani, Pasrujambe, Duwet dan desa sekitarnya secara bergantian.

Kebakaran di Gunung Semeru terjadi sejak Selasa (17/9/2019). Kebakaran juga merambah ke jalur pendakian sehingga aktivitas pendakian menuju Puncak Mahameru, puncak tertinggi Jawa itu ditutup. (rnl)

Loading...

Artikel Terkait