Pojok Istana

Teknologi Digital Makin Maju, Jokowi: Jangan Sampai Negara Lain Ambil Keuntungan

Oleh : Rikardo - Selasa, 15/10/2019 08:30 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Palapa Ring (Foto: Ist)

 

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan bahwa teknologi digital sekarang ini telah menerobos segala batasan, baik jarak, waktu maupun ruang. Komunikasi pengiriman informasi, lanjut Presiden, bisa dilakukan dengan sangat cepat tanpa tersekat oleh jarak dan waktu.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi saat meresmikan Pengoperasian Ring Palapa, di Istana Negara seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (14/10/2019).

“Ada smartphone, ada smartwatch yang bisa terhubung dengan smart home, smart office, dan smart-smart yang lain-lainnya. Semuanya bisa mengumpulkan data tanpa pemakainya menyadari bahwa dia sedang menyumbang data-data,” ungkap presiden.

Maka dari itu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati di tengah perkembangan teknologi digital. Jokowi mengatakan melalui kemajuan teknologi yang bisa mengumpulkan data perilaku masyarakat, mulai perilaku manusia sampai perilaku konsumen. Hati-hati, lanjut presiden, agar data ini jangan sampai hanya menguntungkan pihak asing.

"Jangan sampai data kita, selera konsumen, selera pasar diketahui oleh negara lain, sehingga mereka bisa menggerojoki kita dengan produk-produk sesuai selera yang kita inginkan. Hati-hati dengan ini," ujar Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi, kemajuan teknologi juga bisa digunakan untuk melakukan riset terhadap pasar di setiap daerah. Melalui riset itu, bisa diketahui preferensi masyarakat di satu kabupaten, provinsi seperti Papua, Kalimantan, hingga Jawa atau bahkan satu bangsa.

“Riset pasar, orang Papua senangnya apa tahu, Maluku senangnya apa tahu, orang Kalimantan senangnya apa tahu, orang Jawa senangnya apa tahu dari sini, sehingga gampang, apa yang harus saya jual ke sebuah provinsi, apa yang harus saya jual ke sebuah kabupaten,” terang Kepala Negara.

Pengumpulan data ini kerap dilakukan tanpa sadar. Sehingga mereka bisa menganalisis perilaku masyarakat di satu kabupaten, provinsi, hingga satu negara.

"Semua bisa mengumpulkan data tanpa pemakainya menyadari dia sedang menyumbang data-data," kata Jokowi

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan beberapa tahun lalu pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar-daerah dalam hal konektivitas digital.

Oleh karena itu, Jokowi berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Palapa Ring yang mulai berjalan sejak 2015 lalu. Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap Palapa Ring yang sudah selesai ini bisa dimanfaatkan masyarakat dan aparatur pemerintah.

"Tidak hanya memajukan sektor ekonomi, tetapi kita ingin ini bisa berguna bagi sektor ekonomi, tapi memajukan sektor sosial, budaya, politik, dan pemerintahan kita," katanya. *(Rikardo).

 

Loading...

Artikel Terkait