Indonesia dan Madagaskar MOU Pengembangan Tambang

Oleh : hendro - Sabtu, 09/11/2019 06:04 WIB

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Proyek Pengembangan Tambang di Republik Madagaskar antara PT. TIMAH Tbk. Dan Kraoma SA, dimana PT. TIMAH Tbk. diwakili oleh Direktur Pengembangan Bisnis, Bapak Trenggono Sutioso dan Kraoma SA, diwakili oleh Direktur Jenderal, Mr. Nirina Rakotomanantsoa.

Madagaskar, INDONEWS.ID  -  Pada 29 Oktober 2019 lalu, bertempat di Wisma Indonesia Ivato telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Proyek Pengembangan Tambang di Republik Madagaskar antara PT. TIMAH Tbk. Dan Kraoma SA, dimana PT. TIMAH Tbk. diwakili oleh Direktur Pengembangan Bisnis, Bapak Trenggono Sutioso dan Kraoma SA, diwakili oleh Direktur Jenderal, Mr. Nirina Rakotomanantsoa.

MoU ini sempat menggantung hampir tiga bulan lamanya karena garis komando birokrasi maupun kekuasaan negara Madagaskar yang lemah dan tidak profesional, namun berkat pendekatan holistik yang dilakukan tim perunding Indonesia, akhirnya berhasil dicapai kesepakatan yang dapat diterima para pemangku kepentingan Madagaskar.

Dalam sambutannya setelah penandatanganan MoU, Direktur Pengembangan Bisnis PT. TIMAH Tbk. menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal bagi pelaksanaan kerjasama dalam proyek pengembangan tambang antara PT. TIMAH Tbk; dengan Kraoma SA, yang kelak tidak hanya terbatas pada penambangan chrome saja namun dapat juga dikembangkan ke penambangan di sektor lainnya, seperti emas, biji besi, nickel, batu bara dsb, karena PT. TIMAH Tbk. juga memiliki pengalaman dalam menambang di banyak sektor seperti emas, batu bara, timah dan tembaga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kraoma SA dalam sambutannya menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan pertanda dimulainya kerjasama antara Indonesia dan Madagaskar dalam hal ini antara PT. TIMAH Tbk. dan Kraoma SA di bidang penambangan Chrome yang diharapkan dapat dikembangkan ke sektor-sektor lainnya. Diakuinya bahwa setelah 50 tahun berdiri, Kraoma SA sampai saat ini pun belum cukup efektif produksinya. MoU dengan PT. TIMAH Tbk. ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi kemajuan Kraoma  pada  khususnya,   dan   Madagaskar   pada   umumnya   di  bidang pertambangan.

Disamping itu tanggungan keluarga besar Kraoma yang berjumlah sekitar 580 kepala keluarga atau sekitar 10.000 orang kelak akan berhutang budi pada Indonesia, melalui kiprah kemitraan dengan PT Timah.  

Dalam kesempatan yang sama Kutap RI Antananarivo menyampaikan penghargaan baik kepada Dirjen Kraoma SA. Maupun kepada Wakil PT. TIMAH Tbk. yang telah menunjukkan keberanian masing-masing menantang kendala multidimensi membuka lembaran baru dalam mengupayakan pembangunan Madagaskar, maupun dalam meningkatkan kerjasama bilateral antara kedua bangsa bersaudara. Kutap menyampaikan kepercayaan Indonesia bahwa langkah kecil yang baru saja diambil ini mudah-mudahan akan menjadi awal dari langkah-langkah lebih besar di kemudian hari. 

Hari berikutnya tanggal 30 Oktober 2019, bertempat di KBRI Antananarivo Dirjen Pertambangan Kementerian Pertambangan dan Sumber-sumber Strategis Madagaskar, Mr. Lalalison Razafintsalama dalam pertemuan dengan pihak Indonesia menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas telah ditandatanganinya MoU Proyek Pengembangan Tambang di Republik Madagaskar antara PT. TIMAH Tbk. dan Kraoma SA. 

Dirjen juga menyampaikan keinginannya agar MoU yang baru ditandatangani antara PT. TIMAH Tbk. dan Kraoma SA. dapat ditingkatkan derajatnya menjadi MoU G2G dan berjanji untuk mendorong Menteri Pertambangan dan Sumber-sumber Strategis mengupayakannya di Sidang Kabinet. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan keinginannya agar PT. TIMAH Tbk. dapat memberikan capacity building bagi staf-staf teknis baru di Kementerian Pertambangan dan Sumber-sumber Strategis Madagaskar dalam bidang eksplorasi tambang. PT. TIMAH Tbk. akan mempertimbangkan pemberian capacity building mengingat memang merupakan salah satu tugas CSR PT. TIMAH Tbk. 

Loading...

Artikel Terkait