Nasional

Pelajar SMP di Ciracas Bunuh Diri, Ketua PGRI: Kami Sangat Prihatin

Oleh : Ronald Tanoso - Rabu, 22/01/2020 19:01 WIB

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menanggapi kasus meninggalnya siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147 Ciracas, Jakarta Timur setelah lompat dari lantai tiga gedung sekolahnya.

Meskpun kasus bunuh diri tersebut belakangan ini matifnya masih belum jelas, Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Karena itu, pihaknya (PGRI) mendukung sekolah untuk ramah anak.

"Ini menarik ya kan, kami sangat perihatin terhadap berbagai hal yang terkait dengan model bullying dan sebagainya, kami mendukung bahwa sekolah ramah anak," kata Unifah di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Tidak berhenti sampai disitu, Unifah juga mengatakan PGRI juga menelusuri penyebab bunuh diri siswa SMP 147 Ciracas. Pihaknya tak ingin sekolah tersebut terkesan tidak ramah anak.

"Case misalnya yang meninggal kemarin ya di SMP ya kami melakukan penelusuran, jadi kami tidak ingin ada framming-frammingan lah ya, jadi ada problem lain, bahwa anak ini jam 16.00 WIB sore waktu itu ada permasalahan di keluarga," kata Unifah.

"Jadi dia gak mau pulang,sehingga kita semua memiliki kewajiban moral agar tidak boleh ada perundungan," sambung dia.

Yang jelas, kata Unifah, apapun perundungan atas nama fisik dan lainnya tidak boleh terjadi. PGRI akan terus bersama dengan pihak terkait untuk melakukan sosialisasi, pendidikan, agar sekolah ramah anak.

"Kalau ada case case kami mohon itu tidak menjadi sesuatu yang general, tetapi bahwa ini adalah problem penting yang harus diselesaikan," pungkas Unifah. (rnl)

 

Loading...

Artikel Terkait