Kenang Sujiatmi! Sosok Tangguh dan Saksi Mata di Balik Karir Politik Jokowi

Oleh : Rikardo - Kamis, 26/03/2020 13:01 WIB

Ucapan belasungkawa group Indonews.id atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia di RSPAD Gatot Subroeto pada Rabu, 11/9/2019

Sosok, INDONEWS.ID - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomihardjo meninggal dunia di Solo, pada Rabu (25/3). Ibunda orang nomor satu di Indonesia tersebut diketahui meninggal sudah lama mengidap kanker. Jokowi mengatakan, sang ibunda meninggal lantaran sakit kanker yang sudah dideritanya lama.

"Sakit kanker yang sudah diderita sejak 4 tahun ini," ujar Jokowi di rumah duka, Jalan Pleret Raya No. 9A, Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Jokowi pun menyebut, telah melakukan sejumlah upaya agar sang ibunda sembuh. Salah satunya berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.

"Sempat ditangani di RSPAD, tapi ternyata Allah lebih berkehendak," ujar Jokowi, di rumah duka, Sumber, Surakarta, Rabu 25 Maret 2020 malam.

Sujiatmi Sosok Tangguh

Joko Widodo adalah sebuah fenomena. Ia menembus kebekuan politik Indonesia dengan penampilannya yang sederhana, bersahaja, dan apa adanya.

Sifat otentiknya itu memunculkan rasa penasaran tentang pendidikan dan lingkungan jenis apa yang membentuknya, keluarga macam apa yang menciptakan karakternya, dan terlebih perempuan seperti apa yang melahirkan dan mendidiknya.

Dalam buku yang ditulis Kristin Samah dan Fransiska Ria Susanti berjudul "Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi", Sujiatmi digambarkan sebagai sosok yang sangat sederhana namun tangguh.

Dalam sinopsisnya, penulis bahkan menyebut bahwa apa yang disajikan dalam buku itu adalah sebuah sketsa tentang perempuan yang menemani Jokowi, saat ia masih berupa janin dalam kandungan hingga kini duduk sebagai orang nomor satu di negeri ini bahkan untuk kedua kalinya.

Sujiatmi kecil lahir dari keluarga pedagang kayu di Dusun Gumukrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sujiatmi merupakan perempuan satu-satunya, dari tiga bersaudara dari Wirorejo dan Sani, yang dilahirkan pada 15 Februari 1943.

Meski ia anak perempuan satu-satunya, orangtuanya tak membeda-bedakan perlakuannya terhadap ibu Jokowi tersebut. Saat kakak lelakinya bersekolah di SD Kismoyo, sekitar 5 kilometer dari rumah, Sujiatmi juga disekolahkan di sana.

Kala itu, Sujiatmi kecil adalah satu-satunya siswa perempuan. Teman-temannya di sekolah berasal dari tiga kampung di sekitar sekolah. Jarak itu ditempuh Sujiatmi dengan berjalan kaki. Tapi tak jarang juga dengan sepeda.

Ibunda Jokowi ini sendiri tidak ingat apakah kala itu dia bersekolah dengan bersepatu dan berseragam. Yang ia ingat, rambut hitamnya selalu dikepang dua sang ibunda.

Bertemu Widjiatno

Pada 23 Agustus 1959, Sujiatmi menikah dengan Widjiatno Notomihardjo, seorang pria remaja yang tinggal di Karanganyar, Solo. Kala itu Sujiatmi berusia 16 tahun, sedangkan Notomiharjo berumur 19 tahun. Keduanya belum lulus sekolah.

Namun di masa itu, wanita berusia 16 tahun, sudah jamak menikah. Banyak pula, kawan-kawan Sujiatmi yang lebih belia sudah menikah lebih dulu. Dari pernikahan itu, dia dikaruniai empat anak, yakni Jokowi, Sriyatin, Idayati, dan Titik Ritawati.

Ketika dewasa, Sujiatmi dan Widjiatno mengubah nama mereka menjadi Notomiharjo. Kini, eyang buyut dari 3 cicit ini telah menghadap Allah SWT.

Saksi Mata Karir Politik Jokowi

Selain dari catatan bioggrafi itu, tak banyak informasi pribadi dari Sujiatmi. Namun, sosok Sujiatmi diketahui merupakan saksi mata atas karir politik Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden Indonesia dua periode.

Selama hidup, Sujiatmi diketahui pernah mendapatan penghargaan sebagai Perempuan Tangguh Award 2018 dari Ketuda Dewan Perempuan PERTIWI Mooryati Soedibyo.

Menjelang Pilpres 2014 lalu, Sujiatmi, berpesan pada putranya untuk menjalankan tugas sebaik mungkin. "Kalau sudah jadi sesuatu, apapun risikonya ya jalankan," katanya mengutip CNN Indonesia di Solo.

Sujiatmi mengatakan Jokowi, begitu putranya akrab dipanggil, harus menjalankan tugasnya sebagai presiden dengan jujur. "Pesan saya itu saja buat Jokowi," ujarnya lagi.*(Rikardo). 

Loading...

Artikel Terkait