Nasional

BEKRAF Mendukung Motor Kustom Indonesia untuk Mendunia

Oleh : Abdi Lisa - Sabtu, 01/12/2018 07:01 WIB

BEKRAF sangat mendukung kegiatan yang satu ini, Kustomfest untuk membawa builder Indonesia ke kancah dunia (Foto Ist)

Jakarta, INDONEWS, ID - Langkah nyata  KUSTOMFEST untuk terus mendukung pergerakan dunia kustom kulture di Tanah Air kembali dibuktikan dengan mengajak 8 builder Indonesia ke acara The 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2018.

Rencananya momen tersebut akan diselenggarakan tepat tanggal 2 Desember ini di Pacifico Yokohama dalam program KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018.      

Program itu merupakan yang kedua kalinya digagas untuk mengangkat potensi keberagaman para builder Indonesia agar bisa bersaing di level internasional dengan segala kreativitas, ide dan inovasinya. Ini tidak lepas dari tujuan KUSTOMFEST dalam mendorong industri kreatif otomotif Indonesia dengan segala keberagamannya yang tersebar di seluruh Nusantara.

Bukan sekadar tampil, namun motor kustom yang bernaung dalam KUSTOMFEST Indonesian Attack 2017 telah membuktikan mampu diapresiasi oleh dunia internasional pada 26TH Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 lalu dimana dua motornya mendapat penghargaan bergengsi. 

Menurut Director KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, tahun ini kontingen KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018 ke Yokohama Hot Rod Custom Show sebagai salah satu kiblat utama skena kustom kulture dunia, tampil dengan kualitas tinggi dan memperlihatkan identitas masing-masing builder.   

“Dua penghargaan yang diraih dua bulder pada tahun lalu, menjadi pemicu kami untuk bisa membawa karya lagi ke acara serupa tahun ini. Dari ajang KUSTOMFEST 2018 akhirnya kami memberangkatkan 8 motor kustom terbaik yakni The Falcon karya Queenlekha Choppers (Yogyakarta), Kanjeng Nyai karya Psychoengine (Purwokerto) My Baager karya Imagineering Customs (Jakarta), Badak Agung karya AMS Garage (Bali), RCG 545 Chopper karya Ndra King (Bandung), Gerald 22 karya Geges Garage (Pekanbaru), Drakon karya Imagineering Customs (Jakarta), dan Gajah Ireng karya AMS Garage (Bali). Semuanya datang dengan desain yang berbeda dan ini menjadi ciri khas Indonesia dimana dengan segala budaya dan keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan untuk bersatu mengangkat nama bangsa,” sebut Director KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi.

Seperti tahun lalu, KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018 juga mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatf (Bekraf) sebagai bukti bahwa desain produk berupa rancang bangun motor kustom merupakan sebuah kekuatan bangsa Indonesia dengan sumber daya alam melimpah.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf  mengatakan, mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan KUSTOMFEST baik domestik maupun mancanegara. (Abdi.K)

Artikel Terkait