Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, mengapresisasi kerja keras Pansel Capim KPK. Menurutnya, selama ini banyak masalah serius yang belum tersentuh KPK.
"Padahal, di sektor ini harta negara banyak dikeruk orang-orang tak bertanggung jawab. Ke depan KPK harus tampil dengan paradigma baru dengan pimpinan baru yang berkomitmen," kata Neta melalui siaran pers, Sabtu (31/8/2019).
Diakui Neta, KPK hanya asyik operasi tangkap tangan (OTT) yang jumlahnya tidak seberapa. Padahal fungsi pencegahan KPK sangat strategis untuk menekan wabah korupsi.
"Tapi disisi lain, dugaan korupsi di sektor pertambangan tidak pernah disentuh KPK," pungkasnya.
Meski demikian, disampaikan Pane, hasil kerja keras pansel dalam melahirkan 20 nama dari 40 capim KPK patut dihargai semua pihak. Memang kerja keras pansel ini belum final. Masih ada satu tahap lagi, yakni seleksi tahap wawancara, yang akan memilih 10 dari 20 capim.
Atas terpilihnya 20 orang ini, Kata Neta, capim makin mengkristal menuju proses pemilihan figur-figur yang profesional untuk menjadi pimpinan KPK ke depan.
Dari keterpilihan 20 figur capim ini makin terlihat akan masuk empat figur polisi dalam 10 besar, untuk kemudian akan dipilih presiden lima figur yang dua di antaranya nantinya adalah polisi.
"Hadirnya dua figur polisi di jajaran pimpinan KPK saat ini sangat diperlukan untuk menata dan menertibkan kekacauan di KPK, serta menyatukan kembali KPK yang terbelah dua antara "polisi India dan polisi Taliban," tandasnya. (rnl)