Nasional

Minta Pemerintah Waspadai Misi Khusus ISIS, Aktivist: Masyarakat Masih Paranoid dengan Terorisme

Oleh : Rikardo - Minggu, 09/02/2020 14:30 WIB

Ketua Umum DANTARA (Damai Nusantaraku) Putri Simorangkir (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Polemik atas wacana pemerintah memulangkan anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia masih menjadi perdebatan sengit di tengah masyarakat Indonesia hari-hari ini.

Berbagai kalangan mulai dari pengamat, akademisi, aktivist, cendekiawan bahkan Presiden Jokowi sendiri pun secara pribadi menolak keras pemulangan anggota ISIS asal Indonesia ini. Salah satunya yang menolak keras adalah aktivist Putri Simorangkir.

Ketua Umum DANTARA (Damai Nusantaraku) ini menilai alasan mengapa rencana ini menuai perdebatan dan menjadi polemik hebat di tengah masyarakat lantaran masyarakat Indonesia masih trauma dan menjadi paranoid terhadap banyak aksi teror yang dilakukan para kelompok yang menyebut diri anggota ISIS selama ini di Indonesia.

Maka dari itu, Putri menyarankan pemerintah agar tidak perlu terlalu emosional menanggapi tangisan para wanita anggota ISIS yang mengaku rindu akan Tanah Air Indonesia. Pemerintah sebaiknya melihat akibat yang telah mereka lakukan di Indonesia selama ini.

"Menurut saya harus dilihat bukan semata-mata secara emosional, tapi ingat kembali apa yang mereka lakukan atas bangsa kita. Hanya oleh beberapa orang terorist saja, berapa banyak korban jiwa orang tidak berdosa, berapa banyak kerugian pad bangsa ini?," tutur Putri dalam keterangan tertulisnya kepada Indonews.id pada Minggu (9/2/2020).

Sebagai seorang Ibu, ungkap Putri, dirinya sampai menjatuhkan air mata melihat tingkah dan perlakuan para anggota ISIS melakukan `brain wash` terhadap puta-putri bangsa ini untuk menjadi monster-monster yang kejam dan sadis. "Namun ingat, itu semua adalah pilihan mereka sendiri, kita jangan menoleh kebelakang," tambah Putri.

Belum lama ini, tutur Putri, anggota ISIS dengan berani dan nekat juga menyerukan ancaman mengerikan kepada kepala negara. "Ini yang harus diselamatkan bagi keamanan dan kepentingan bangsa yang lebih besar," kata Putri.

Jadi menurut saya, lanjut Putri, “peperangan” terhadap bangsa dari ISIS ini sudah berjalan, mungkin tidak tampak secara kasat mata namun medannya melalui `mindset` yakni dengan ideologi radikalisme akut untuk menggantikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa.

Lebih jauh Putri mengingatkan agar sebaaiknya pemerintah, dalam hal ini Kemenag agar fokus menjadi kementerian bagi semua agama dan golongan seperti yang digaungkan oleh Menag dalam pidatonya yang mengesankan dan mengemparkan publik Indonesia beberaoa waktu lalu. "Semoga pak mentri konsisten atas commitment beliau yang hebat itu," harap Putri.

Untuk itu, putri menambahkan, Kemenag sebaiknya fokus pada visi mis Jokowi dalam upaya memberantas paham radikalisme negatif. Sebab, putri menilai, agama adalah alat untuk membentuk pribadi serta karakter unggul bangsa. "Nah, di sinilah Menag seharusnya berperan, menciptakan dan menjembatani kerukunan antarumat beragama," pungkas Putri.

Perlu diingat, tambah Putri, agama itu indah dan semua agam mengajarkan hal yang baik, menajamkan hati nurani manusia terhadap kemanusiaan serta memperhatikan kepentingan orang lain untuk saling menyayangi antara satu denga yang lainnya.

Sehingga, jikalau Kemenag membutuhkan bantuan masyarakat dan perhatikan hubungan antarumat beragama, pimpinan umat, tambahnya, pasti dengan senang hati mengajarkan sebaik mungkin demi masa depan bangsa mencapai karakter unggul. "Semoga Menag mampu memenuhi harapan Presiden Jokowi untuk membersihkan Indonesia dari paham radikalisme," kata Putri.

Putri menjelaskan dampak negatif bagi keamanan dalam negeri bilamana anggota ISIS asal Indonesia ini dipulangkan tentunya sangat mengerikan.

"Dampaknya mengerikan, rakyat sudah lelah karena selama ini dilibatkan pertikaian politik dan kami merasa dipecah belah antara saudara sebangsa dan setanah air Indinesia," terang Putri.

Kendati menyadari Jokowi lebih banyak melakukan tindakan konkrit, namun Putri meminta Presiden Jokowi agar memberikan pernyataan sikap yang tegas soal wacana pemulangan eks ISIS ini. Raykat, lanjut Putri, percaya bahwa para pejabat dan elit RI memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap NKRI

"Tapi khusus kali ini, karena menyangkut kepentingan bangsa yng kami anggap s.o.s, mohon ketegasan bapak Presiden agar mementikan rakyat yang setia kepada bapak dan negara memperoleh porsi prioritas yang seharusnya," tukas Putri.*(Rikardo). 

Loading...

Artikel Terkait