Bisnis

Kehadiran PNM Sebagai Penyelamat Para Pelaku UMK di Tengah Ancaman Pandemi Corona

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 26/06/2020 22:30 WIB

Direktur Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Arief Mulyadi (Foto: Liputan6.com)

Jakarta, INDONEWS. ID - PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM tetap berupaya memberdayakan pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro dan kecil (UMK) di tengah pandemi Covid-19 melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha Online (PKU Online) untuk memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada nasabah binaan PNM yang digelar secara virtual pada, Jum'at (26/6/2020).

Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, 
salah satu upaya yang dilakukan PNM untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat secara khusus pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro & kecil (UMK) di tengah pandemi adalah melalui program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan secara daring.

“Kami memberikan saran, membimbing, dan mengarahkan nasabah untuk mengalihkan usahanya sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, PNM juga membantu perluasan dan/atau memasuki potensi pasar baru untuk pemasaran nasabah. Misalnya mendorong sinergi antar nasabah dalam pemasaran produk, mendorong menangkap potensi pasar dalam ekosistem nasabah PNM, penjualan melalui media sosial, dan lainnya," kata Arief di Jakarta, Jum'at (26/6/2020).

Materi yang disampaikan pada PKU Online, tambah Arief, disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengarahkan nasabah binaan PNM  menumbuhkan inspirasi, kreatifitas, dan inovasi dalam pengelolaan usaha di tengah pandemi Covid-19. 

Pembinaan yang diberikan, lanjut Arief, antara lain cara membaca peluang bisnis dalam kondisi pandemi Covid-19, mengelola keuangan di masa pandemi, metode penjualan online, strategi mempertahankan usaha untuk usaha ultra mikro dan usaha mikro & kecil (UMK), dan sebagainya. 

Lebih lanjut Arief menjelaskan, saat ini PNM melayani 6,3 juta nasabah ultra mikro dan usaha mikro & kecil (UMK). Selama pandemi Covid-19 PNM telah melaksanakan program PKU Online sebanyak 625 kegiatan yang diikuti oleh 12.357 nasabah baik ULaMM maupun PNM Mekaar. 

Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada nasabah umumnya dilakukan melalui pertemuan fisik, namun dalam kondisi pandemi Covid-19, pendampingan kepada nasabah dilakukan secara online. Hal ini dimaksudkan agar PNM dapat mendampingi nasabah dan senantiasa berusaha mencarikan solusi atas kendala usaha yang sedang dialami. 

Selain pendampingan usaha untuk nasabah, Arief menuturkan, PNM juga melaksanakan capacity building untuk mitra binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan harapan para pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro & kecil (UMK) baik nasabah maupun mitra binaan, dapat tetap produktif dan bertahan pada situasi ini. 

Diketahui, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha. 

Saat ini PNM memiliki 2.984 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 626 kantor layanan ULaMM dan 2.296 kantor cabang Mekaar yang melayani UMK di 34 Provinsi, 427 Kabupaten, dan 4.276 Kecamatan.*(Rikard Djegadut)

Loading...

Artikel Terkait