Bisnis

Kaitkan Jatuhnya Bursa dengan PSBB, Rizal Ramli: Airlangga Jangan Suudzon

Oleh : very - Jum'at, 11/09/2020 11:01 WIB

Rizal Ramli, ekonom senior. (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto soal jebloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Kamis (10/9).

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan koreksi IHSG yang terjadi hari ini (kemarin, red.) merupakan hal yang wajar. Pasalnya hal itu menunjukkan reaksi pasar yang sebenarnya terhadap rencana penerapan PSBB total untuk wilayah DKI Jakarta.

"Wajar reaksi pasar terhadap PSBB ini. Dan memang (PSBB) sepertinya diperlukan untuk menjaga tingkat penularan Covid-19,” kata Laksono seperti dikutip bisnis.com.

Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli meminta pemerintah agar tidak mengaitkan jatuhnya bursa saham dengan kebijakan Anies Baswedan yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Senin (14/9).

“Bung Airlangga jangan suudzon & cetek. Jangan asal kaitkan kebijakan PSBB Jakarta dengan jatuhnya bursa saham di Jakarta,” tuit Rizal Ramli dalam Twitter pribadnya @RamliRizal, Jumat (11/9).

Sebelumnya, mantan Menko Perekonomian itu juga menyindiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena menterinya menyerang kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan PSBB secara ketat pada Senin (14/9) mendatang. PSBB tersebut dilakukan untuk mengendalikan laju kasus positif Covid-19.

"Minggu yang lalu Presiden @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya setelah enam bulan, JKW sadar," tulis @RamliRizal, Kamis malam (10/9).

Pidato yang dimaksud Rizal Ramli disampaikan Jokowi pada 7 September lalu. Saat itu Presdien Jokowi meminta para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju agar mengutamakan aspek kesehatan dibanding ekonomi dalam penanganan Covid-19.

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kembali memperkatat PSBB dinilai Rizal Ramli sebagai langkah cepat dan sejalan dengan pidato Jokowi tersebut.

Namun, dia heran karena Menko Perekonomian Airlangga Hartarto justru mengeritik langkah Anies itu.

"Anies ambil langkah tepat. Tetapi Airlangga dll hantam Anies. Jadi bertanya JKW itu Presiden bukan? Kok menteri-menterinya bisa menggergaji arahannya?" lanjut @RamliRizal.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan beberapa hari terakhir kinerja IHSG terus membaik. "Kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin," ujarnya, Kamis, 10 September 2020.

"Hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian. Karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam sehingga indeks pagi ini sudah (turun) di bawah 5.000," ujar Airlangga.

Data Bloomberg menunjukkan IHSG berada di zona merah pada perdagangan kemarin. IHSG tercatat terkoreksi 257,92 poin atau 5,01 persen ke level 4.891,46 pada akhir perdagangan Kamis, 10 September 2020.

BEI juga sempat memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan karena indeks jeblok 5 persen pada pukul 10:36 waktu JATS. Tercatat, hanya 36 saham yang menguat sementara sisanya 455 terkoreksi dan 213 stagnan pada sesi perdagangan. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait