Nasional

"September, September" Puisi Mengenang Satu Abad SVD di Bumi Manggarai

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 21/09/2020 13:30 WIB

Gereja Katedral Ruteng (foto: Ist)

Sengang, INDONEWS.ID - Selama september ceria untuk semua masyarakat Manggarai, secara khusus umat Nasrani. Kali ini, redaksi kembali menghadirkan puisi reflektif dari penyair yang kerap menamakan dirinya petani humaniora, Gerard N. Bibang.

Puisi ini secara khusus dipersembahkan bagi umat nasrani Manggarai Raya untuk melihat karya dan misi hebat para misionaries Societas Verbi Divini (SVD) atau yang sering dikenal dengan sebutan Soverdi selama 100 tahun di Bumi Nuca Lale. 

Tepat pada tanggal 23 September ini, SVD telah mengukir 100 tahun atau satu abad sejarah misinya di Bumi Manggarai. Butir-butir pikiran melaui untain huruf-huruf tersusun dan kata-kata tertata berikut setidaknya membuat kita merenung dan mengakui nikmat akan rahmat Tuhan bagi orang Manggarai.

Mari simak dan semoga bermanfaat!

AGAR TETAP MUDA

memasuki september sudah tidak lagi berbunyi ember
seabad lalu Sabda disemai melalui tangan tuang Glanemman
menggemakan melodi september september
nyalakanlah seratus batang lilin di punggung-punggung bukit, gunung dan gelora samudera
agar kau tidak semakin kehilangan cinta dan ketakjuban
meski cinta tidak pernah kenal kata tua
gaulilah Sabda pada kedalamannya agar kau tetap muda
agar narasi cinta yang lalu-lalu ditiup dihembus ditiup dihembus
sampai diserap oleh lubang kelam
terasing dari penantian Sang Sabda
ah, jangan-jangan ini yang namanya rindu
menyatu Sang Sabda adalah ikhtiar sejak dulu
di mana-mana dan selalu

BUKAN AKU

di usiaku yang ke seratus
jangan-jangan aku sudah bukan diriku
kalau aku sudah bukan diriku
akankah lahir anakku yang berasal dari diriku
yang adalah manusia anggom agu rangko bentukan Mori Keraeng yang adalah Sang Sabda
kalau aku manusia sudah tak sepenuhnya manusia
adakah cara agar para penerusku kembali manusia

kalau aku sudah hilang
karena diriku digantikan
oleh diri seragam produksi massal dan pasar globalisasi
yang mana nilai-nilai luhur semakin disimpan di dalam laci
jangan-jangan yang ada sudah bukan lagi aku dan manggaraiku
bukan yang tumbuh dari dalam diri kemanggaraiannya
manggarai yang hanya bahan dasar pasar global
sebagaimana batubara yang ditambang
dicetak oleh industri globalisasi
dijadikan plastik dan robot barang dagangan

putihkah ini hijaukah itu
baikkah ini burukkah itu
jangan-jangan batasnya sudah tipis setipis sutera ungu
tidak lagi berdasar nurani dan akalku
karena sudah terbiasa dengan skema untung rugi dalam paket globalisasi itu

PETANI SABDA

melodi september september sayup-sayup sampai
menggaungkan seratus tahun jejak-jejak petani Sang Sabda
menggemburkan humus-humus manggarai
tapi sekujur tubuhkku kini disemprot parfum demokrasi
dihibur dengan lagu dusta tentang hak asasi dan janji-janji pilkada
mata dipejamkan dan ditiup dengan hawa toleransi
mulut dingangakan, siap dituangi sampah globalisasi
tak ada kegelisahan apapun atas hilangnya diri
tak ada ketakjuban atas punahnya nilai
apakah wajah yang kau temukan di kaca itu benar-benar benar wajah manusia manggarai

ENGKAU BERTANYA

apakah bagi manusia manggarai, Mori Keraeng Ema Pu’un Kuasa cukup penting? ah DIA sudah lama tergeletak di belakang tumit manusianya; sudah bukan subyek yang disertakan dalam proses pengambilan keputusan; dan kini engkau datang kepadaku bertanya: kraeng, seratus tahun sudah Sang Sabda dalam sanubarirmu dan dalam rahim ibumu, apakah defenisimu tentang dirimu sekarang ini” pertanyaanmu kujawab dengan pertanyaan di tengah derai air mata: “ kalau aku dan ibuku semakin tak memenuhi syarat untuk disebut ibu yang rahimnya tersemai Sang Sabda; kalau aku dan ibuku semakin tak pantas disebut manusia, semakin jauh dari penantian Sang Sabda; adakah cara agar penerusku dan anak cucuku kembali manusia?
***
* Tuang = Pater, Pastor
* Mori Keraeng = Tuhan Allah
* Mori Keraeng Ema Pu’un Kuasa = Tuhan Allah Maha Kuasa
* Aggom agu rangko = intensif sekaligus ekstensif, rangkulan kasih sayang

***(gnb:tmn aries:jkt:kamis:3.9.20)

Loading...

Artikel Terkait