Nasional

Rizal Ramli: Partai Feodal Tidak Akan Perjuangkan Kepentingan Rakyat dan Bangsa

Oleh : very - Rabu, 24/03/2021 10:52 WIB

Ekonom senior Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Tokoh nasional Rizal Ramli mengaku pernah ditawari beberapa kali oleh pendiri Demokrat, Ventje Rumangkang agar mengambil alih kepemimpinan parpol berlambang bintang mercy itu. Namun ekonom senior itu menolak tawaran tersebut dengan alasan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan sahabat lamanya. Juga, katanya, pengambilalihan tersebut dinilai sebagai tindakan yang tak etis.

Namun, mantan Menko Perekonomian itu, mengatakan bahwa saat ini cukup banyak pendiri dan kader mengeluh tentang Partai Demokrat besutan SBY tersebut. Dia mengatakan, bahwa Partai Demokrat kini ibarat parpol keluarga karena dikelola seperti perusahaan keluarga.

“Saya tidak bersedia untuk terlibat dalam pengambil-alihan Demokrat, dengan berbagai pertimbangan dan alasan, meski Pak Ventje Rumangkang tiga kali datang ke rumah saya untuk hal itu. Pada waktu  itu, saya juga kebetulan baru disisihkan dari Kabinet Jokowi,`` kata RR, sapaan Rizal Ramli dalam perbincangan dengan Refly Harun, dalam `Refly Harun Channel`` di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, percuma saja membangun sistem yang demokratis sementara partai-partainya bersifat feodal. Karena hal itu berarti partai tersebut tidak demokratis secara internal.

Partai yang feodal sangat berbahaya karena partai tersebut tidak akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Mereka hanya berlomba-lomba memperjuangkan kepentingan keluarga mereka.

“Jadi kayak perusahaan keluarga, akhirnya mereka tidak memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsanya,” ujarnya dalam Twitter pribadinya, @RamliRizal di Jakarta, Selasa (23/3).

Sebelumnya, mantan Kepala Bulog ini mengatakan, kisruh yang terjadi di dalam Partai Demokrat saat ini menunjukkan gejala bahwa demokrasi kita belum matang. Dia mencontohkan tragedi atas Gus Dur sebagai pendiri PKB yang justru dipecat oleh pengadilan dan pemerintah, juga menunjukkan tidak adanya kematangan dalam demokrasi.

``Karena itu, untuk mencegah KLB atau kudeta terhadap parpol, maka harus ada demokratisasi internal di dalam parpol kita,`` ujar RR.

Rizal Ramli mengatakan, kita terlalu fokus untuk mengubah sistem pemerintahan dari otoriter menjadi demokratis. Namun kita lupa mengubah sistem di dalam tubuh partai politik.

"Kita lupa memperjuangkan demokrasi internal partai politik, padahal ini sangat penting sekali, percuma punya sistem yang demokratis tapi partai-partai secara internal itu feodal tidak demokratis," tuturnya.

"Jadi kayak perusahaan keluarga gitu, akhirnya mereka tidak memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa kita," ujar mantan Menko Perekonomian ini.

Mantan Kabulog itu pun menyampaikan pesan singkatnya kepada SBY terkait kondisi Partai Demokrat saat ini yang semakin lama semakin menurun elektabilitasnya.

"Kepada Pak SBY saya juga minta, you are well educated, sangat terdidik, ngerti sistem demokrasi, ubah dong partainya agar supaya lebih demokratis jangan hanya jadi partai keluarga," ujar Rizal Ramli. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait