Nasional

Komjen Pol Arief Sulistyanto: Hoegeng Bukan Saja Memiliki Kejujuran Tapi Seorang yang Berani Jujur

Oleh : very - Senin, 08/11/2021 08:59 WIB


Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Komjen Pol Arief Sulistyanto (kedua dari kiri) dalam cara peluncuran buku “Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan” di Balai Sarwono, kawasan Jeruk Purut, Jalan Madrasah Nomor 14, Jakarta Selatan. (Foto: Indonews.id)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Kemarin, Minggu (7/11) berlangsung diskusi launching buku yang ditulis oleh wartawan senior, Forouk Arnaz yang berjudul “Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan” di Balai Sarwono, kawasan Jeruk Purut, Jalan Madrasah Nomor 14, Jakarta Selatan. Banyak tokoh nasional hadir dalam acara yang digelar dalam rangka peringatan 100 tahun Hoegeng Iman Santoso, mantan Kapolri itu.

Antara lain dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang hadir secara daring, Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, anggota Wantimpres, dan Sekjen PDI Perjuangan yang hadir secara langsung.

Mewakili Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yaitu Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Komjen Arief mengatakan, Hoegeng Iman Santosa bukan saja seorang yang memiliki kejujuran, tapi dia adalah seorang yang berani jujur. “Karena dengan kejujuran itu menjadi modal kuat bagi beliau untuk terus berjuang. Karena itu walaupun banyak jabatan yang diemban Pak Hoegeng waktu itu, dia tetap mempertahankan kejujurannya. Saya membayangkan bagaimana para staf beliau berhadapan dengan tipe pemimpin seperti Pak Hoegeng saat itu,” katanya.

“Perlu keberanian untuk berdiri di sini dan berada di tempat itu. Karena banyak pemimpin kita yang baik. Pak Hoegeng bukan legenda tapi dia adalah fakta. Beliau adalah teladan kejujuran dan integritas,” ujarnya.

Arief mengaku, di ruangannya, salah satu foto yang selalu ditempatkan adalah foto Pak Hoegeng. Hal itu katanya, karena beliau mewariskan satu hal yang secara pribadi berbeda dari yang lainnya.

“Dengan memasang foto tersebut mengingatkan saya bahwa beliau adalah satu sosok yang hebat, yang menjadi contoh. Saya kira kita mencontoh saja 50 persen dari beliau sudah merupakan satu hal yang hebat, apalagi bisa mencontoh 100 persen sudah sangat luar biasa,” katanya.

Dalam buku “Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan” Arief menulis epilog. Hal itu diakuinya merupakan sebuah tantangan karena dirinya belum pernah bertemu Pak Hoegeng. Namun dia mengatakan, dirinya telah membaca tiga buah buku tentang beliau, karena itu dia memiliki gambaran tentang sosok Pak Hoegeng, terutama tentang integritasnya.

Arief mengatakan, bahwa kejujuran dan integritas Pak Hoegeng patut ditiru oleh semua pihak, karena dengan kejujuran dan integritas tersebut Pak Hoegeng ternyata bisa juga menjadi Kapolri.

“Dia adalah seorang yang bertapa di tengah keramaian dan kegaduhan. Dia mampu bertahan dan lulus mengatasi godaan dan tantangan. Kami generasi penerus Polri juga tak akan pernah melupakan beliau meneruskan kiprahnya termasuk mengingatnya pada momen 100 tahun Pak Hoegeng,” pungkasnya. ***

Artikel Lainnya