Pojok Istana

Hadir di Acara Pengukuhan Pengurus ICMI, Jokowi Minta Dukungan Perpindahan IKN Nusantara

Oleh : indonews - Sabtu, 29/01/2022 19:54 WIB

Presiden Jokowi hadir di acara pengukuhan pengurus ICMI. Tampak hadir Ketua Umum ICMI, Prof Arif Satria. (Foto: Yopi/Indonews.id)

Bogor, INDONEWS.ID --- Presiden Joko Widodo mengikuti acara Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Periode 2021-2026 dan Rapat Kerja Nasional ICMI tahun 2022 yang berlangsung di Ballroom IPB International Convention Center, Botani Square, Kota Bogor, Sabtu (29/1/2022).

Presiden Jokowi dalam sambutan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat mengatakan pemerintah membutuhkan kontribusi ICMI dalam transformasi Indonesia menuju negara maju yang dicita-citakan.

“Kontribusi ICMI dalam transformasi Indonesia ini sangat kami harapkan, sangat kami butuhkan untuk bersama-sama membangun Indonesia maju yang kita cita-citakan,“ kata Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta dukungan ICMI terhadap rencana perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Program IKN dan beberapa transformasi besar yang sedang berlangsung ini membutuhkan dukungan semua pihak termasuk ICMI," pinta mantan Wali Kota Solo ini.

Presiden Jokowi meyakini, ICMI mempunyai kapasitas besar untuk berkontribusi dalam transformasi Indonesia, baik itu berkontribusi melalui gagasan maupun sejumlah pemikiran.

“ICMI bukan hanya menjadi role model Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga kontribusi profesional sesuai keahlian masing-masing untuk menjamin kemajuan Indonesia, ” ujar Jokowi.

Ketua Umum ICMI terpilih, Arif Satria menyatakan bahwa ICMI sebagai organisasi kaum intelektual harus bekerja arif atas nafas keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan.

“Dimensi keislaman, menuntut ICMI untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam dalam konteks ruang Indonesia khususnya dan dalam konteks zaman sekarang,” tutur Arif.

Selain itu Arif menambahkan bahwa dimensi ke-Indonesiaan menuntut jajaran anggota ICMI untuk menyadari bahwa insan ICMI  ditakdirkan Allah SWT lahir dan hidup di Tanah Air Indonesia, yang beragam suku, tradisi, dan agama.

“Dan, ICMI bertekad untuk  berperan dalam membina satu negara kesatuan yang berbentuk republik berdasarkan Pancasila,” kata Arif yang juga Rektor IPB University.

Arif menegaskan, dimensi kecendekiawanan menuntut ICMI menjadikan anggotanya menjadi sosok “ulul albab” yang terus menyeimbangkan antara dzikir dan pikir untuk kemaslahatan.

“Cendekiawan muslim mesti memperkuat karakteristik pribadinya sebagaimana karakteristik rasul dan nabi. Sifat sidik berkata benar dan jujur merupakan basis dari integritas,“ tandas Arif.

Arif Satria dikukuhkan sebagai Ketua Umum ICMI periode 2021-2026 pada Muktamar ke-7 ICMI yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 4-6 Desember 2021.

Sementara jajaran anggota yang dikukuhkan yakni, Ilham Akbar Habibie, Muhammad Najib, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Jafar Hafsah, Andi Anzar Tjakrawijaya, Jimly Asshiddiqie, Muhammad Soleh, Andi Tamzil, dan Ruslan Tawari. (yopi)

Artikel Terkait